INDUSTRY.co.id - Yogyakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatat kinerja positif dalam penyaluran dana bergulir sepanjang 2026. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembiayaan sektor usaha produktif, LPDB terus memperluas akses pembiayaan bagi koperasi sekaligus menjaga kualitas penyaluran dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto mengungkapkan bahwa secara kumulatif sejak 2008, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp22,9 triliun. Pembiayaan tersebut menjangkau 3.929 koperasi mitra yang tersebar di 36 provinsi, dengan total 537.678 penerima manfaat.

Sementara itu, pada 2026, LPDB menetapkan target penyaluran dana bergulir sebesar Rp2,1 triliun.

Krisdianto menyampaikan bahwa realisasi penyaluran pada tahun berjalan menunjukkan peningkatan signifikan.

Menurutnya, penyaluran pembiayaan pada 2026 menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi ekonomi yang bergejolak turut memberikan tekanan kepada sejumlah koperasi. Karena itu, LPDB berupaya menyeimbangkan percepatan penyaluran dengan prinsip kehati-hatian agar dana bergulir benar-benar diterima koperasi yang layak dan mampu mengembangkan usahanya.

“Ini tantangan yang tidak ringan di tengah situasi ekonomi yang challenging dan koperasi yang mengalami tekanan dampak ekonomi bergejolak. LPDB harus bisa selektif, tetap prudent, tetapi bisa melayani koperasi,” ujar Krisdianto di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).

Memasuki 2027, LPDB memperkirakan kebutuhan pembiayaan koperasi akan meningkat. Meskipun pagu anggaran tahun depan belum ditetapkan, LPDB optimistis target pembiayaan dapat meningkat sejalan dengan penguatan berbagai program prioritas pemerintah.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi hilirisasi sawit, perumahan rakyat, ketahanan pangan, usaha beras dan tebu, sektor perikanan, hingga pengembangan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Di sisi lain, LPDB juga mendorong koperasi menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan mengembangkan usaha produktif.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menilai koperasi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman online.

Dengan memperkuat tata kelola, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan kualitas pengembalian, LPDB menargetkan dana bergulir dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi nasional.

Perkuat Kualitas Penyaluran Dana Bergulir

Untuk meningkatkan kinerja pembiayaan, LPDB menyiapkan penerapan teknologi innovative credit scoring yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2027. Teknologi tersebut diharapkan mempercepat proses analisis kelayakan pembiayaan, meningkatkan akurasi penilaian risiko, serta memperluas jangkauan layanan kepada koperasi di berbagai daerah.

Melalui sistem berbasis data terintegrasi, proses evaluasi pengajuan pembiayaan yang sebelumnya dilakukan secara manual ditargetkan dapat dipersingkat menjadi hitungan menit. Meski demikian, LPDB tetap akan melakukan pengujian agar sistem penilaian mampu menjaga keseimbangan antara mitigasi risiko dan kemudahan akses pembiayaan.

Selain mempercepat penyaluran, LPDB menerapkan prinsip Trisukses Kinerja, yaitu sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian. Ketiga prinsip ini menjadi landasan untuk memastikan dana bergulir menjangkau lebih banyak koperasi, digunakan bagi kegiatan produktif, dan dikembalikan sesuai ketentuan.

Kinerja pengembalian menjadi perhatian penting karena tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) mencerminkan kualitas pengelolaan pembiayaan dan kemampuan mitra koperasi memenuhi kewajibannya.

“Semakin kita bisa tekan NPL semakin rendah, menandakan bahwa koperasi yang kita bantu itu tepat sasaran, kemudian koperasinya bagus, dan bisa menjaga kepercayaan yang diberikan LPDB,” tegas Krisdianto.