Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, pemerintah pastikan tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung di Jawa, harga belum berubah dari September
- Henry Hub naik tipis ke US$3,04/MMBtu, stabil di kisaran US$3 akibat produksi shale gas AS yang melimpah
- TTF Eropa melonjak ke US$26,75/MMBtu, risiko pasokan musim dingin dan Selat Hormuz tekan harga
- JKM Asia di US$26,05/MMBtu, naik moderat seiring ketatnya kargo November-loading
- Aramco CP Oktober naik tajam: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%) dari September
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 12 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Minggu (12/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Status |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku efektif sejak 16 September 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, dan NTB:
| Produk | Harga per September | Harga per Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | Rp107.000 | Tidak berubah |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | Rp230.000 | Tidak berubah |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen (HJA) Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung karena biaya distribusi.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi antarwilayah akibat perbedaan biaya distribusi dan logistik. Berikut perbandingan harga agen Bright Gas per 12 Oktober 2026 untuk seluruh wilayah Indonesia:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera, Sulteng, Sulsel | Rp111.000 | Rp232.000 |
| Kepri FTZ (Batam) | Rp100.000 | Rp209.000 |
| Kalimantan, Sulut, Gorontalo, Sultra, Babel | Rp114.000 | Rp240.000 |
| Maluku dan Papua | Rp124.000 | Rp267.000 |
Wilayah Kepri FTZ (Batam) memiliki harga Bright Gas paling murah karena status kawasan perdagangan bebas. Sebaliknya, wilayah Maluku dan Papua memiliki harga tertinggi akibat biaya logistik dan distribusi yang lebih besar. Perlu dicatat, beberapa provinsi seperti NTT, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan beberapa wilayah Papua belum memiliki fasilitas SPBE sehingga distribusi Bright Gas terbatas.
Harga Henry Hub (Gas Alam AS)
Henry Hub, patokan harga gas alam Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar US$3,04 per MMBtu per 12 Oktober 2026. Harga naik tipis 2,43% secara harian dan 4,33% selama sebulan terakhir, namun masih turun 8,57% dibandingkan periode sama tahun lalu.
| Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Harga Spot | US$3,04/MMBtu | +2,43% hari |
| Perubahan Bulanan | - | +4,33% |
| Perubahan Tahunan (YoY) | - | -8,57% |
| Proyeksi 6 Bulan (Rigzone Survey) | US$3,29/MMBtu | Ekspektasi pasar |
Henry Hub tetap stabil di kisaran US$3 per MMBtu berkat produksi shale gas AS yang melimpah. Futures November diperdagangkan di US$3,03 setelah koreksi 6% pada pekan sebelumnya. EIA mencatat lonjakan spot sementara ke US$4,98/MMBtu, namun hal ini bersifat temporer dan bukan level berkelanjutan.
Harga TTF Eropa (Gas Alam Eropa)
TTF (Title Transfer Facility), patokan harga gas alam Eropa, diperdagangkan di sekitar US$26,75 per MMBtu per 11 Oktober 2026. Harga TTF naik signifikan dibandingkan Henry Hub, mencerminkan ketatnya pasokan gas Eropa menjelang musim dingin.
| Indikator | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Harga TTF | US$26,75/MMBtu | 11 Oktober 2026 |
| Spread TTF-Henry Hub | ~US$23,71/MMBtu | Gap sangat lebar |
| Tren Pekan Ini | Naik | Risiko musim dingin |
Spread TTF-Henry Hub tetap sangat lebar di sekitar US$23,71/MMBtu, mencerminkan perbedaan fundamental pasar gas Eropa dan AS. Cadangan gas Eropa dilaporkan relatif rendah menjelang musim dingin, sementara QatarEnergy memperpanjang force majeure LNG hingga Oktober, menambah tekanan pasokan.
Harga JKM Asia (LNG Asia)
JKM (Japan Korea Marker), patokan harga LNG spot Asia, diperdagangkan di sekitar US$26,05 per MMBtu per 11 Oktober 2026. Harga naik moderat seiring ketatnya kargo November-loading dan kompetisi pasokan LNG antara Eropa dan Asia.
| Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| JKM Spot | US$26,05/MMBtu | +0,12% hari |
| BMI Forecast 2026 | US$15,5/MMBtu | Naik dari US$12,5 |
| Spread JKM-TTF | ~US$0,70/MMBtu | Tipis, kompetisi ketat |
BMI menaikkan proyeksi harga JKM 2026 penuh dari US$12,5 menjadi US$15,5 per MMBtu per 5 Oktober 2026. Meski demikian, harga spot saat ini (US$26,05) jauh di atas proyeksi tersebut, mencerminkan ketatnya pasar LNG global. Ketersediaan kargo November-loading terbatas, sementara pembeli Asia dan Eropa bersaing memperebutkan pasokan.
Harga Aramco CP (Contract Price) Oktober 2026
Saudi Aramco mengumumkan harga kontrak (CP) propana dan butana untuk pengiriman Oktober 2026 dengan kenaikan signifikan. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya bahan baku petrokimia dan harga LPG di pasar regional.
| Produk | Harga Sept 2026 | Harga Okt 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Propana (CP) | US$625/MT | US$680/MT | +US$55 (+8,8%) |
| Butana (CP) | US$660/MT | US$730/MT | +US$70 (+10,6%) |
Kenaikan Aramco CP Oktober 2026 lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebelumnya yang memproyeksikan propana di US$646/MT dan butana di US$696/MT. Kenaikan ini dipicu oleh ketatnya pasokan LPG global dan meningkatnya permintaan dari Asia menjelang musim dingin. Dampaknya akan terasa pada harga propilena, polipropilena (PP), dan produk petrokimia turunan lainnya.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas Dunia
- Risiko Selat Hormuz — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengancam jalur pengiriman LNG utama, memberikan premi risiko pada harga gas global
- Force Majeure QatarEnergy — Perpanjangan force majeure LNG Qatar hingga Oktober mengurangi pasokan spot di pasar Asia dan Eropa
- Cadangan Gas Eropa Rendah — Level penyimpanan gas Eropa di bawah rata-rata menjelang musim dingin 2026/2027, mendorong harga TTF naik
- Produksi Shale Gas AS Melimpah — Produksi gas alam AS tetap tinggi, menjaga Henry Hub stabil di kisaran US$3/MMBtu
- Kompetisi LNG Eropa-Asia — Pembeli Eropa dan Asia bersaing memperebutkan kargo LNG terbatas, menjaga spread harga tetap lebar
- Permintaan Musim Dingin — Kebutuhan pemanasan di belahan bumi utara mulai meningkatkan permintaan gas menjelang Q4 2026
- Kebijakan Subsidi Indonesia — Pemerintah Indonesia mempertahankan subsidi LPG 3 kg hingga akhir 2026, menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa harga LPG 3 kg hari ini?
Harga LPG 3 kg bersubsidi tetap Rp19.000 per tabung di pangkalan resmi Pertamina per 12 Oktober 2026. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung. Pemerintah memastikan harga tidak naik hingga akhir 2026.
Mengapa harga gas alam Eropa (TTF) jauh lebih mahal dari AS (Henry Hub)?
Spread TTF-Henry Hub mencapai ~US$23,71/MMBtu karena Eropa sangat bergantung pada impor LNG setelah pasokan pipa Rusia berkurang signifikan. Cadangan gas Eropa juga rendah menjelang musim dingin, sementara AS memiliki produksi shale gas domestik yang melimpah sehingga harga tetap terjangkau.
Apa itu Aramco CP dan mengapa penting?
Aramco CP (Contract Price) adalah harga kontrak bulanan yang ditetapkan Saudi Aramco untuk propana dan butana. Harga ini menjadi patokan global untuk perdagangan LPG dan bahan baku petrokimia. Kenaikan Aramco CP Oktober 2026 (propana +8,8%, butana +10,6%) akan berdampak pada harga propilena, polipropilena, dan produk turunan lainnya di pasar Asia.
Berapa harga Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg saat ini?
Harga Bright Gas per 12 Oktober 2026 (berlaku sejak 16 September 2026): 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000 untuk wilayah Jawa-Bali-NTB. Harga bervariasi per wilayah, dari Rp100.000 (Kepri FTZ) hingga Rp124.000 (Maluku-Papua) untuk ukuran 5,5 kg.
Apakah harga LPG subsidi akan naik tahun ini?
Tidak. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga energi bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sejalan dengan kebijakan stabilisasi harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar).
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000/tabung, tidak naik hingga akhir 2026 — kepastian bagi masyarakat
- Bright Gas belum ada penyesuaian harga di Oktober 2026, harga berlaku sejak 16 September
- Henry Hub stabil di US$3,04/MMBtu berkat produksi shale gas AS yang melimpah
- TTF Eropa US$26,75/MMBtu — spread sangat lebar dengan Henry Hub mencerminkan ketatnya pasokan Eropa
- JKM Asia US$26,05/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia menjaga harga tetap tinggi
- Aramco CP Oktober naik tajam: propana +8,8%, butana +10,6% — sinyal kenaikan biaya petrokimia global
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau perdagangan komoditas. Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Pembaca disarankan mengonfirmasi harga terkini melalui sumber resmi seperti Pertamina, BPH Migas, dan platform perdagangan komoditas resmi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, LNGInsights, Reuters | Penulis: Dana Putra