Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, tidak berubah dari Oktober lalu
- Henry Hub naik ke US$3,21/MMBtu dari US$3,04 pekan lalu, permintaan musim dingin meningkat
- TTF Eropa di US$26,75/MMBtu, naik tipis seiring ketatnya kompetisi LNG global
- JKM Asia naik ke US$26,05/MMBtu, harga LNG Asia terus mendekati level Eropa
- Aramco CP Oktober: propana US$680/MT dan butana US$730/MT, naik 9-11% dari September
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 11 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Sabtu (11/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) tetap stabil.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Keterangan |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 5 Oktober 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:
| Produk | Harga per September | Harga per Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | Rp107.000 | Tidak berubah |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | Rp230.000 | Tidak berubah |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera, Kalimantan | Rp111.000 | Rp232.000 |
| Sulawesi, Maluku | Rp108.000 | Rp232.000 |
| Papua | Rp115.000 | Rp237.000 |
| Kepulauan Riau | Rp111.000 | Rp236.000 |
Papua dan Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi. Harga di wilayah luar Jawa rata-rata Rp2.000-Rp8.000 lebih mahal per tabung dibandingkan Jawa-Bali.
Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub
Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,21 per MMBtu pada perdagangan 10 Oktober 2026. Harga ini naik dari US$3,04 pekan lalu, didorong meningkatnya permintaan menjelang musim dingin di belahan bumi utara.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Henry Hub (Hari Ini) | US$3,21/MMBtu | +5,59% dari pekan lalu |
| Posisi Awal Oktober | US$3,04/MMBtu | 2 Oktober 2026 |
| Tren Bulanan | Naik | Permintaan musim dingin |
Kenaikan Henry Hub dipicu oleh ekspektasi permintaan pemanasan yang lebih tinggi menjelang musim dingin. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi katalis harga jangka pendek utama. Trader memperhatikan prediksi cuaca dari NOAA dan ECMWF untuk menentukan arah harga selanjutnya.
TTF Eropa dan JKM Asia
Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di sekitar US$26,75 per MMBtu (setara 76,30 euro/MWh) per 10 Oktober 2026. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$26,05 per MMBtu. Spread antara keduanya semakin sempit, menunjukkan kompetisi LNG global yang ketat.
| Benchmark Gas Alam | Harga | Perubahan | Kawasan |
|---|---|---|---|
| Henry Hub | US$3,21/MMBtu | +5,59% | Amerika Utara |
| TTF | US$26,75/MMBtu | +6,26% MoM | Eropa (Belanda) |
| JKM | US$26,05/MMBtu | +3,01% | Asia (Jepang-Korea) |
Kenaikan TTF sebesar 6,26% month-over-month dan JKM 3,01% menunjukkan bahwa kompetisi LNG antara Eropa dan Asia tetap ketat. Year-over-year, TTF melonjak 142,71% dibanding Oktober 2025. Penyimpanan gas Eropa dilaporkan cukup tinggi, namun kekhawatiran pasokan dari ketegangan Timur Tengah menjaga harga tetap tinggi.
Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.
| Produk | CP Oktober 2026 | Perubahan dari September |
|---|---|---|
| Propana (C3) | US$680/MT | +US$55/MT (+8,8%) |
| Butana (C4) | US$730/MT | +US$70/MT (+10,6%) |
Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya. Produsen PDH (Propane Dehydrogenation) di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku propilena.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia
- Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub naik 5,59% dalam sepekan
- Ketegangan Timur Tengah — ketegangan di kawasan menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA, mendukung harga TTF dan JKM tetap tinggi
- Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP naik 8,8%
- Pasokan LNG Eropa — level penyimpanan gas Eropa cukup tinggi menjelang musim dingin, namun tidak cukup untuk menekan harga secara signifikan
- Transisi Energi — permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara dan Eropa
- Stabilisasi Harga Domestik — pemerintah Indonesia menahan harga LPG subsidi Rp19.000/tabung meski tekanan global meningkat, melalui mekanisme subsidi APBN
FAQ Seputar Harga LPG dan Gas
Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?
Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.
Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?
Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 5 Oktober 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan. Saat ini JKM dan TTF hampir sama levelnya, menunjukkan kompetisi ketat.
Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?
Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah melalui mekanisme APBN.
Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?
Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.
Kapan CP Aramco November 2026 diumumkan?
Saudi Aramco biasanya mengumumkan CP bulan berikutnya pada akhir bulan berjalan. CP November 2026 diperkirakan diumumkan akhir Oktober 2026. Harga akan tergantung pada kondisi pasar minyak dan permintaan petrokimia Asia saat itu.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
- Henry Hub naik ke US$3,21/MMBtu (+5,59%), TTF di US$26,75/MMBtu, JKM di US$26,05/MMBtu
- Aramco CP Oktober tinggi: propana US$680/MT, butana US$730/MT, naik 9-11% dari September
- Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, lnginsights.com, Saudi Aramco | Penulis: Dana Putra