INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Perempuan memiliki banyak sisi dalam dirinya. Ada kalanya tampil lembut dan anggun, tetapi di kesempatan lain ingin menunjukkan karakter yang kuat, berani, dan penuh percaya diri.

Keberagaman karakter perempuan inilah yang menginspirasi brand modest fashion KAMI menghadirkan koleksi terbarunya bertajuk “Tenka Tian” di panggung Fashion Nation 2026.

Mengusung tema “Hello, Wildflowers”, KAMI mempersembahkan 25 tampilan busana dalam peragaan yang berlangsung di Atrium Senayan City, Jakarta, pada 25 September 2026.

Menariknya, koleksi ini terinspirasi dari keindahan bunga cosmos atau bunga liar yang dikenal memiliki bentuk dan warna beragam. Filosofi bunga tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rancangan busana yang menggambarkan keberanian perempuan untuk tumbuh dan mengekspresikan diri dengan caranya sendiri.

Tak sekadar menampilkan koleksi fashion, peragaan Tenka Tian juga menghadirkan pengalaman berbeda melalui penampilan langsung Paragita Choir serta kehadiran dua sosok perempuan inspiratif, Anastasia Herzigova dan dr. Belda Amelia, sebagai muse.

Keunikan koleksi Tenka Tian terlihat dari keberanian KAMI memadukan berbagai material, potongan, serta teknik pengerjaan dalam satu rangkaian busana.

Inspirasi bunga cosmos tidak hanya diwujudkan melalui motif floral, tetapi juga diterjemahkan ke dalam permainan tekstur, siluet, dan volume yang memberikan karakter berbeda pada setiap tampilan.

Material denim dan desain sweater, misalnya, digunakan untuk menggambarkan perempuan Indonesia yang memiliki gaya kasual, aktif, dan dinamis.

Sementara itu, penggunaan bahan sheer serta teknik layering floral menghadirkan kesan feminin dan anggun. Untuk perempuan yang ingin tampil lebih berani, KAMI menghadirkan rancangan dengan volume dan struktur tegas yang mencerminkan karakter kuat perempuan modern.

Perpaduan tersebut menjadikan Tenka Tian sebagai koleksi modest wear yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan untuk menampilkan kepribadian mereka.

Dari sisi warna, KAMI menghadirkan palet yang cukup beragam. Nuansa lembut seperti ivory dan pastel berpadu dengan warna-warna bumi, kemudian dipertegas melalui sentuhan wine, charcoal, hingga hitam yang elegan.

Eksplorasi teknik embroidery, beading, prints, laser cut, dan appliqué turut memperkaya detail koleksi, sekaligus memperlihatkan karakter refined urban modest wear yang menjadi identitas KAMI.

Creative Director KAMI, Nadya Karina, menjelaskan bahwa koleksi Tenka Tian lahir dari eksplorasi terhadap keindahan bunga yang diterjemahkan melalui berbagai pendekatan desain.

“Dalam Tenka Tian, kami mengeksplorasi bagaimana inspirasi bunga dapat hadir melalui tekstur, bentuk, dan volume. Setiap teknik dipilih untuk membangun karakter yang berbeda, lalu dipadukan menjadi satu kesatuan,” ujar Nadya Karina.

Menurutnya, perhatian terhadap detail menjadi salah satu aspek penting dalam proses kreatif koleksi tersebut.

“Ketelitian dalam pengolahan detail dan finishing menjadi bagian penting dari craftsmanship yang selalu kami utamakan,” tambahnya.

Peragaan koleksi Tenka Tian semakin istimewa dengan kehadiran Anastasia Herzigova dan dr. Belda Amelia sebagai muse yang turut menutup pertunjukan.

Keduanya dipilih untuk merepresentasikan perempuan Indonesia dengan latar belakang, aktivitas, dan karakter yang berbeda.

Anastasia Herzigova atau yang akrab disapa Kyku dikenal memiliki perjalanan kreatif di dunia hiburan sebagai penyanyi, model, sekaligus pemain film.

Sementara itu, dr. Belda Amelia dikenal aktif membagikan informasi seputar kesehatan dan kehidupan keluarga melalui media sosial.

CEO & Co-Founder KAMI, Istafiana Candarini, mengungkapkan bahwa perempuan masa kini menjalani berbagai peran dengan kebutuhan dan selera fashion yang terus berkembang.

Karena itu, KAMI berupaya menghadirkan koleksi modest wear yang tidak hanya mengikuti perkembangan tren, tetapi juga relevan dengan aktivitas sehari-hari.

“Perempuan menjalani banyak peran, dengan selera dan kebutuhan yang terus berkembang. KAMI ingin tumbuh bersama mereka, menghadirkan modest wear yang relevan dengan keseharian sekaligus memberi ruang untuk menunjukkan karakter pribadi,” ujar Istafiana Candarini.