INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Memilih pompa sentrifugal untuk kebutuhan industri perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar kapasitas dan harga. Jenis fluida, kebutuhan tekanan, efisiensi energi, hingga kemudahan perawatan ikut menentukan apakah pompa dapat bekerja stabil dalam jangka panjang.

Pompa sentrifugal banyak digunakan untuk memindahkan air dan cairan lain dalam berbagai proses, termasuk sistem pengolahan air dan utilitas pabrik. Cara kerjanya mengandalkan putaran impeller: cairan masuk ke bagian tengah impeller, lalu terdorong menuju saluran keluar. Mekanisme ini menghasilkan aliran yang kontinu.

Menurut PT Osmo Marina Mandiri, distributor resmi Ebara di Indonesia, konstruksi yang kuat dan jumlah bagian bergerak yang relatif sedikit membuat pompa sentrifugal cukup mudah dirawat. Bentuknya yang kompak juga membantu menghemat ruang instalasi. Operasinya yang relatif tenang dapat meringankan kebutuhan pondasi di lokasi tertentu.

Penggunaan energi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam operasional pompa industri. Pada sistem yang kebutuhan aliran atau tekanannya berubah-ubah, Variable Frequency Drive (VFD) dapat membantu menyesuaikan kecepatan motor dengan kebutuhan aktual.

Sebuah studi kasus pada 2025 mencatat konsumsi daya turun sekitar 20 persen, dari 3,5 kW menjadi 2,8 kW, setelah penerapan sistem tersebut pada instalasi gedung. Sementara itu, penelitian optimasi parallel pumping pada 2024 menunjukkan potensi penghematan tagihan energi hingga 29 persen dalam kondisi yang diuji.

Besarnya penghematan dapat berbeda pada setiap instalasi. Karena itu, pemilihan pompa dan sistem kontrol perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional, bukan hanya mengandalkan angka spesifikasi umum.

Kebutuhan di sektor air juga menunjukkan pentingnya teknologi ini. Data laporan pasar global 2025 mencatat aplikasi water and wastewater berkontribusi sebesar 37,9 persen terhadap pendapatan pasar pompa sentrifugal.

Kapasitas aliran dan tekanan kerja menjadi bagian dari spesifikasi yang perlu diperiksa. Sebagai gambaran, model self-priming tertentu dapat mencapai kapasitas sekitar 30 meter kubik per jam dan tekanan kerja hingga 3 bar, bergantung pada unit yang digunakan.

Pada beberapa model, impeller semi-terbuka dapat membantu menangani air yang sedikit tercampur pasir atau lumpur. Fitur self-priming juga mengurangi kebutuhan pengisian air secara manual setelah proses awal, sesuai karakteristik dan batas penggunaan masing-masing pompa.

Namun, kapasitas bukan satu-satunya acuan. Diana Susanti, Manager Operasional PT Osmo Marina Mandiri, mengatakan pemilihan pompa perlu memperhatikan kapasitas, NPSH, dan kondisi fluida. Faktor-faktor tersebut membantu memastikan pompa sesuai dengan kebutuhan sistem, terutama pada fasilitas yang membutuhkan kestabilan jangka panjang seperti water treatment plant.

“Keunggulan pompa sentrifugal terletak pada keseimbangan antara efisiensi aliran dan kemudahan perawatan. Di lapangan, kami melihat bagaimana desain yang tepat, didukung sistem kontrol yang sesuai, dapat mendukung kontinuitas proses industri,” ujar Diana.

Pengalaman pengguna turut menggambarkan penerapan pompa di lapangan. Anggun, pengguna pompa Ebara SQPB untuk sistem pengolahan air, menyebut proses pembelian melalui PT Osmo Marina Mandiri berjalan sesuai jadwal. Ia menilai kapasitas aliran hingga 30 meter kubik per jam dan tekanan kerja hingga 3 bar mendukung kebutuhan operasionalnya.

PT Osmo Marina Mandiri, yang bergerak dalam penyediaan pompa industri sejak 2014, mendukung pelanggan melalui pemilihan peralatan berdasarkan spesifikasi teknis, layanan instalasi, dan dukungan purna jual.