INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Isu keberlanjutan atau sustainability semakin diarahkan untuk tidak berhenti pada wacana, tetapi diterjemahkan menjadi kebiasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut kembali diusung Langkah Membumi, salah satu inisiatif di bawah Blibli Tiket Action, payung program ESG ekosistem Blibli Tiket.
Memasuki tahun kelima, Langkah Membumi dikemas dalam format yang lebih interaktif melalui Langkah Membumi Market (LMM) 2026. Kegiatan tersebut resmi berlangsung pada 8-11 Oktober 2026 di Grand Indonesia West Mall, Jakarta, dengan menyasar masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sekaligus mencoba penerapan gaya hidup berkelanjutan.
Berbeda dengan pendekatan sustainability yang kerap dianggap kompleks, LMM membawa isu tersebut melalui aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian, mulai dari konsumsi, penggunaan barang, pengelolaan sampah hingga pilihan gaya hidup.
Berlokasi di Fountain Atrium Level 3A, pengunjung dapat menemukan sejumlah instalasi interaktif. Salah satunya instalasi Bukan Tentang Sampah yang mengajak masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak sebatas membuang, tetapi juga dimulai dari mengenali dan memilah sampah secara tepat.
Pengunjung juga dapat menukarkan sampah kain atau fesyen, botol plastik PET, dan perangkat elektronik melalui waste drop box untuk memperoleh Blibli Tiket Rewards yang dapat digunakan berbelanja.
Selain itu, terdapat Cactazo Tree by Mortier, instalasi berbentuk kaktus yang dibuat menggunakan material daur ulang. Instalasi tersebut menunjukkan bagaimana limbah dapat diolah kembali menjadi karya bernilai dengan pendekatan yang minim sumber daya.
COO & Co-Founder Blibli Lisa Widodo mengatakan persoalan keberlanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena memiliki cakupan yang luas. Menurut dia, Langkah Membumi menjadi ruang untuk menyatukan berbagai kepentingan tersebut dalam satu visi.
“Persoalan keberlanjutan memiliki cakupan yang luas dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” tegas Lisa.
Dia menilai kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, media, komunitas hingga masyarakat dan generasi muda, dibutuhkan untuk mendorong perubahan yang lebih luas menuju better living.
Untuk memperluas perspektif pengunjung, LMM 2026 juga menghadirkan delapan Inspiring Talks bersama sejumlah figur publik, yakni Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Daniel Mananta, Andien, Marianne Rumantir, Devy Anastasia, dr. Nadhira Afifa, dan Lisa Widodo. Topik yang dibawa mencakup lifestyle, wellness, konsumsi serta pilihan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Changemaker Partner Langkah Membumi Cinta Laura Kiehl mengatakan penerapan sustainability tidak harus menunggu seseorang mampu melakukan perubahan secara sempurna.
“Sustainability bukan tentang menjadi sempurna. Yang penting adalah kemauan untuk mulai dan terus belajar. Langkah Membumi menunjukkan bahwa perubahan bisa terasa seru, relevan, dan do-able ketika kita tahu, kita coba, lalu kita punya ruang untuk melakukannya bersama,” ujar Cinta.
Selain edukasi, pengunjung juga dapat mengikuti 15 Eco-Workshops untuk mempraktikkan penerapan sustainability secara langsung, termasuk mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai. Salah satunya Creative Reuse of Unused Items yang digelar Cinta Laura Foundation bersama Pomelo Indonesia dan Seikatuju pada 9 Oktober 2026.
Dari sisi lingkungan, LMM juga menggandeng Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk mengedukasi masyarakat mengenai hubungan antara pilihan sehari-hari dan dampaknya terhadap alam.
Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation Jemmy Chayadi mengatakan aktivitas yang dekat dengan keseharian dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjaga alam dapat dimulai dari aktivitas menyenangkan yang kita nikmati. Contohnya, ketika mendaki atau berolahraga ke hutan. Selain menikmati indahnya pemandangan, kita juga bisa belajar secara langsung habitat dari macan tutul jawa dan elang jawa,” ujar Jemmy.
Menurut dia, pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga bentang alam yang juga menjadi penopang kehidupan masyarakat di Pulau Jawa.
Dari sisi ekonomi konsumsi, LMM 2026 menghadirkan lebih dari 70 brand yang dikurasi berdasarkan kategori Food & Beverages, Home & Decoration, Beauty & Care, Fashion & Lifestyle, Community hingga Eco-solution. Pengunjung juga ditawarkan program trade-in untuk memberikan nilai baru terhadap barang lama yang masih layak digunakan.
Barang yang ditukarkan dapat memperoleh nilai tukar berupa potongan harga belanja maupun dikonversikan menjadi saldo Blipay. Skema tersebut mendorong konsep perpanjangan usia pakai barang sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada konsumen.
Setiap transaksi di area LMM juga membuka peluang kontribusi terhadap lingkungan melalui donasi mulai dari Rp1.000 untuk Misi Tanam Pohon yang dijalankan bersama Jejakin.
General Manager Marketing Communication & Operations Grand Indonesia Kanina Hanindita mengatakan kolaborasi dengan Langkah Membumi sejalan dengan upaya menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat.
“Langkah Membumi Market menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam menerapkan better living. Kami percaya bahwa sebuah tren dapat berkembang menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih bermakna,” ujar Kanina.
Sementara itu, Samsung Indonesia membawa aspek teknologi dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan. Head of Marketing & Demand Generation Samsung Electronics Indonesia Andi Airin mengatakan inovasi teknologi juga dapat diarahkan untuk memperpanjang masa penggunaan perangkat dan mendorong konsumsi yang lebih bijak.
“Di Samsung, kami percaya inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi juga bagaimana teknologi dapat mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” ujar Andi.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan material daur ulang, dukungan pembaruan software jangka panjang, serta program trade-in yang memberikan nilai kembali terhadap perangkat lama.
Rangkaian Langkah Membumi juga mencakup Langkah Membumi Goes to Campus, Waste Sorting Competition, dan Impact Creator Challenge bersama Waste4Change. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman anak muda terhadap isu sustainability sekaligus mendorong mereka mencoba aksi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen terhadap dampak lingkungan juga diukur bersama Life Cycle Indonesia. Pada pelaksanaan Langkah Membumi Ecoground 2025, tercatat sebanyak 187 kilogram sampah berhasil dikelola dan dipilah. Selain itu, 12 titik isi ulang air menyediakan 741 liter air minum dan membantu mengurangi penggunaan hingga 1.235 botol plastik sekali pakai.
Melalui Langkah Membumi Market 2026, Blibli Tiket berupaya menggeser pendekatan sustainability dari sekadar kampanye menjadi pengalaman yang dapat dilihat, dicoba dan diterapkan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen dapat dimulai dari keputusan sederhana, termasuk barang yang dibeli, digunakan kembali, ditukar, hingga cara masyarakat mengelola sampah.
Langkah Membumi Market 2026 berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di Grand Indonesia West Mall. Informasi mengenai jadwal kegiatan tersedia melalui microsite Langkah Membumi dan akun Instagram @langkah_membumi.