Highlights
  • Adaptasi game PS1 ke anime dan film memiliki rekam jejak yang beragam, dengan beberapa sukses besar dan lainnya kurang memuaskan.
  • Film "Resident Evil" terbaru tahun 2026 berhasil mencetak rekor box office domestik lebih dari $100 juta, menunjukkan kesuksesan adaptasi game yang tepat.
  • Anime "Suikoden" tahun 2026 menerima ulasan positif karena kesetiaan pada materi sumber, meskipun ada kritik terkait "pacing" yang terlalu cepat.
  • Film "Need for Speed" (2014) meraup $203 juta secara global, melebihi anggaran produksi, namun menerima ulasan kritis yang negatif.
  • "Tekken: The Motion Picture" (1997) dan "Tekken: Bloodline" (2022) mendapat respons beragam, dengan "Bloodline" lebih diapresiasi karena animasi CGI-nya.
  • Film "Gran Turismo" (2023) sukses secara komersial dengan pendapatan global lebih dari $121 juta, meskipun ulasan kritikus terpecah.

Dunia hiburan terus berkembang, dan adaptasi dari video game ke format anime atau film adalah salah satu tren menarik yang tak pernah usang. Khususnya game-game legendaris dari era PlayStation 1 (PS1) yang punya basis penggemar kuat, seringkali dipertimbangkan untuk diangkat ke layar lebar atau serial animasi. Namun, apakah adaptasi ini selalu berhasil memuaskan ekspektasi para penggemar dan kritikus? Mari kita bedah rekam jejak lima game PS1 yang dibikin versi anime dan filmnya, serta melihat apakah mereka berakhir sukses atau justru sebaliknya.

Resident Evil: Dari Game Horor ke Franchise Film Miliaran Dolar

Franchise Resident Evil adalah contoh adaptasi game yang paling menonjol, dengan serangkaian film live-action dan animasi yang telah dirilis. Film-film ini secara keseluruhan telah meraup lebih dari $1,2 miliar di seluruh dunia, menjadikannya salah satu seri film adaptasi video game terlaris. Meskipun banyak film awalnya mendapat ulasan negatif dari kritikus, kesuksesan finansialnya tak bisa dipungkiri.

Adaptasi terbaru, film Resident Evil (2026) garapan Zach Cregger, berhasil mencetak rekor baru dengan melampaui $100 juta di box office domestik Amerika Serikat dan Kanada, mencapai $103,4 juta pada akhir pekan kedua. Film ini juga mendapatkan rating 95% "fresh" di Rotten Tomatoes, menjadikannya film Resident Evil dengan rating terbaik. Angka pembukaan domestik film ini sekitar $60 juta, melampaui semua film sebelumnya dalam seri ini.

Secara global, film Resident Evil (2026) telah mengumpulkan sekitar $196,4 juta dengan anggaran produksi $75 juta, menempatkannya dalam jangkauan rekor global tertinggi franchise sebesar $312,2 juta yang dipegang "Resident Evil: The Final Chapter" (2016). Reboot ini berfokus pada Bryan, seorang kurir medis yang diperankan oleh Austin Abrams, dan mendapat pujian atas efek praktisnya. Film ini membuktikan bahwa adaptasi game PS1 horor bisa sukses besar jika dieksekusi dengan baik.

Suikoden dan Tekken: Antara Kesetiaan dan Tantangan Adaptasi Anime

Anime Suikoden yang baru tayang pada Oktober 2026, mengadaptasi cerita dari Suikoden II, salah satu JRPG paling dicintai di era PS1. Penayangan awal tiga episode pertama di Jepang pada 3 September 2026, menunjukkan adaptasi teater yang "dibuat dengan sangat baik" meskipun sempat ada rumor negatif.

Kualitas animasi Suikoden: The Anime memang bervariasi karena produksi yang melibatkan beberapa studio, namun kekuatan utama terletak pada akting suara yang luar biasa dan kesetiaan pada naskah asli Yoshitaka Murayama. Cerita anime ini juga diperluas dengan materi original yang memperkaya intrik politik, seperti karakter letnan wanita baru yang bekerja dengan Rowd. Meskipun "pacing" yang cepat menjadi kritik umum, anime ini dianggap sebagai awal yang menjanjikan bagi penggemar lama dan baru. Produser IP Suikoden, Rui Naito, bahkan mengonfirmasi bahwa ceritanya tidak akan berakhir dalam satu musim, menunjukkan komitmen untuk menyajikan narasi game secara penuh.

Untuk Tekken, kita punya "Tekken: The Motion Picture" (1997) dan "Tekken: Bloodline" (2022) di Netflix. Film animasi tahun 1997 ini umumnya mendapat ulasan yang kurang memuaskan, dianggap membosankan dan gagal menangkap esensi game. Sementara itu, "Tekken: Bloodline" yang mengadaptasi kisah Jin Kazama dari Tekken 3, menerima respons yang lebih baik. Animasi CGI-nya yang sesuai dengan gaya game menjadi poin plus, meskipun beberapa karakter favorit tidak muncul.

Gran Turismo dan Need for Speed: Balapan di Layar Lebar dengan Hasil Beragam

Film Gran Turismo (2023), yang diadaptasi dari seri game simulasi balap, menceritakan kisah nyata Jann Mardenborough, seorang pemain Gran Turismo yang menjadi pembalap profesional. Film ini berhasil menduduki peringkat pertama di box office domestik pada akhir pekan pembukaannya dengan sekitar $17,4 juta. Secara global, film ini telah melampaui $121 juta. Dengan biaya produksi $60 juta, Gran Turismo dianggap sukses secara komersial.

Meskipun demikian, ulasan kritikus untuk Gran Turismo terpecah, dengan skor 59% di Rotten Tomatoes, sementara penonton memberikan rating tinggi 98%. Ini menunjukkan bahwa meskipun kritikus memiliki pandangan beragam, audiens sangat menikmati adaptasi ini. Film ini berhasil menonjol karena pendekatan narasinya yang unik, tidak sekadar menerjemahkan game secara langsung, melainkan fokus pada kisah inspiratif di baliknya.

Di sisi lain, film Need for Speed (2014) yang dibintangi Aaron Paul, menghasilkan $203 juta di seluruh dunia, melampaui anggaran produksinya sebesar $66 juta. Namun, di Amerika Utara, film ini hanya meraup $43 juta, kurang dari biaya produksinya. Film ini juga mendapat ulasan negatif dari kritikus, dengan skor 23% di Rotten Tomatoes, dan 56% dari penonton. Kritikus menyebut naskah dan karakter film ini "tidak menginspirasi" dan "tidak masuk akal." Meskipun berhasil secara finansial di pasar internasional, "Need for Speed" dianggap gagal secara domestik dan kritis, terutama karena dibandingkan dengan franchise "Fast & Furious" yang jauh lebih sukses.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah semua adaptasi film Resident Evil sukses secara finansial?

Ya, sebagian besar film live-action Resident Evil sukses secara komersial, dengan total pendapatan franchise lebih dari $1,2 miliar, meskipun seringkali mendapat ulasan negatif dari kritikus.

Bagaimana penerimaan kritikus terhadap film Gran Turismo (2023)?

Ulasan kritikus terpecah untuk film Gran Turismo, dengan skor 59% di Rotten Tomatoes, namun audiens memberikan rating yang sangat tinggi sebesar 98%.

Mengapa film Need for Speed (2014) dianggap gagal meskipun meraup $203 juta?

Meskipun meraup $203 juta secara global, film Need for Speed dianggap gagal karena performa domestiknya yang rendah ($43 juta) dan ulasan kritis yang sangat negatif.