INDUSTRY.co.id - PASURUAN, Jawa Timur — PT KT&G Indonesia resmi meresmikan Pabrik 2 dan Pabrik 3 di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kehadiran fasilitas baru tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi luar negeri terbesar perusahaan asal Korea Selatan itu, dengan total kapasitas produksi mencapai 35 miliar batang per tahun.

Presiden Direktur KT&G, Bang Kyung-man, mengatakan peresmian tersebut menjadi momentum penting setelah perusahaan dan Pemerintah Indonesia membangun komitmen investasi selama beberapa tahun terakhir.

“Tiga tahun yang lalu, kami berjanji kepada Pemerintah Indonesia untuk membangun masa depan baru di Pasuruan ini. Janji tersebut kini telah diwujudkan melalui pembangunan fasilitas produksi dengan kapasitas sebesar 35 miliar batang per tahun,” ujar Bang.

Menurut dia, seluruh tahapan pembangunan, mulai dari penandatanganan perjanjian, peletakan batu pertama, penyelesaian konstruksi hingga dimulainya operasional, berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia menilai pencapaian tersebut merupakan bukti adanya kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara Indonesia dan KT&G.

Bang Kyung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, masyarakat setempat, serta seluruh pihak yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

“Perjalanan ini merupakan bukti nyata dari kepercayaan dan hubungan saling percaya yang telah dibangun antara Indonesia dan KT&G,” katanya.

Pabrik yang dibangun di atas lahan sekitar 19 hektare tersebut menjadi bagian penting dari strategi global KT&G. Produk yang dihasilkan di Pasuruan nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dikirim ke berbagai negara.

Bang Kyung menyebut produk dari Pasuruan akan menjangkau lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

“Pasuruan akan menjadi salah satu pusat utama dalam sistem produksi global KT&G sekaligus menjadi hub ekspor, dan akan terus tumbuh bersama perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Dibangun Selama 20 Bulan

Kepala Pabrik KT&G Indonesia Pabrik 2 dan 3, Kim Young-joo, menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut dimulai setelah penandatanganan perjanjian investasi dengan Pemerintah Indonesia pada September 2023.

Pembangunan fisik kemudian dimulai pada April 2024 di lahan seluas sekitar 190.000 meter persegi. Setelah berlangsung selama sekitar 20 bulan, konstruksi selesai pada November 2025.

“Pabrik ini selesai dibangun pada November 2025 sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, dan pada semester pertama tahun ini kami mulai memasuki tahap operasi komersial,” kata Kim.

Pabrik 2 digunakan sebagai fasilitas produksi produk jadi rokok, bahan baku, serta produk setengah jadi dengan penerapan proses manufaktur terkini. Sementara itu, Pabrik 3 difokuskan pada produksi kapsul aroma yang akan dipasok ke berbagai fasilitas produksi KT&G di seluruh dunia.

Secara keseluruhan, terdapat 13 unit fasilitas produksi yang dibangun di kedua pabrik tersebut.

Tambahan kapasitas produksinya mencapai 21 miliar batang per tahun sehingga total kapasitas produksi KT&G di Indonesia kini mencapai 35 miliar batang per tahun.

Kim menegaskan aspek keselamatan dan kualitas menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut.

“Hal yang kami prioritaskan sebelum kecepatan adalah keselamatan dan kualitas. Seluruh peralatan dan proses produksi telah melalui proses verifikasi berdasarkan standar kualitas global yang sama dengan yang diterapkan di pabrik-pabrik KT&G di Korea,” ujarnya.

Saat ini, seluruh 13 fasilitas produksi telah beroperasi secara stabil. Produk yang dihasilkan dipasok untuk kebutuhan pasar domestik sekaligus pasar ekspor.

Fasilitas tersebut kini dioperasikan oleh sekitar 459 pekerja lokal.

Dubes Korea: Tonggak baru Kerja Sama Ekonomi

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, turut memberikan apresiasi atas peresmian fasilitas baru KT&G tersebut.

Ia menilai investasi KT&G bukan hanya memperluas kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan hubungan ekonomi Korea Selatan dan Indonesia.

“Peresmian hari ini bukan sekadar perluasan fasilitas produksi, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam kerja sama ekonomi yang mendorong pertumbuhan bersama Korea dan Indonesia,” ujar Yoon.

Menurut dia, investasi tersebut menunjukkan kepercayaan perusahaan Korea terhadap potensi Indonesia sekaligus komitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang.

Dengan beroperasinya pabrik baru itu, KT&G dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global yang menghubungkan pasar Asia hingga Timur Tengah.

“Hal ini juga mencerminkan perkembangan kerja sama ekonomi Korea-Indonesia menuju tahap baru, yakni bersama-sama menjangkau pasar global,” katanya.

Yoon menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara sentral di ASEAN sekaligus salah satu mitra ekonomi penting bagi Korea Selatan.

Di sisi lain, investasi perusahaan Korea di Indonesia dinilai dapat memberikan kontribusi melalui pengembangan industri, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kapasitas produksi nasional.

Namun, Yoon juga mengingatkan bahwa industri rokok memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.

“Mengingat industri rokok berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, pengelolaan usaha yang bertanggung jawab serta kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan terkait sangatlah penting,” ujarnya.

Ia berharap KT&G dapat terus tumbuh bersama masyarakat setempat dan menjadi perusahaan yang semakin dipercaya masyarakat Indonesia.

Pemkab Pasuruan Harap Investasi DorongEkonomi Lokal

Wakil Bupati Pasuruan, H.M. Shobih Asrori, yang menyampaikan sambutan atas nama Bupati Pasuruan, menyambut baik kehadiran investasi KT&G di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Shobih memberikan penghormatan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Nurkholis, Kepala Bea Cukai Kabupaten Pasuruan Hidayat Abdillah, jajaran manajemen PT ITI, serta seluruh tamu undangan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Bupati Pasuruan, ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas peresmian fasilitas industri tersebut.

Menurut Shobih, masuknya investasi baru di Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Ia berharap keberadaan perusahaan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasuruan.

Pemkab Pasuruan juga melihat masih terdapat peluang pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut, termasuk untuk menarik investasi baru dari Korea Selatan.

Salah satu peluang yang disebut adalah investasi industri pembuatan kapal feri yang diharapkan dapat diarahkan ke wilayah timur Kabupaten Pasuruan yang memiliki lokasi strategis dan kedekatan dengan kawasan pesisir.

Pemprov Jatim: Dari Pasuruan Menuju Dunia

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan KT&G menyelesaikan pembangunan pabrik dalam waktu relatif singkat.

Ia mengenang proses groundbreaking yang dilakukan pada April 2024. Kurang dari dua tahun kemudian, fasilitas tersebut telah berdiri dan memasuki tahap operasional.

Pemprov Jawa Timur juga menilai keberadaan KT&G semakin memperkuat daya tarik kawasan industri PIER yang dikelola PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Kehadiran perusahaan di atas lahan sekitar 19 hektare tersebut diharapkan dapat berkembang lebih besar pada masa mendatang dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Jawa Timur sendiri dinilai memiliki iklim investasi yang kompetitif. Sektor industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama perekonomian provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Pemprov Jatim juga menyoroti posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra utama industri tembakau dan rokok nasional.

Karena itu, masuknya investasi KT&G diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal, industri kecil dan menengah (IKM), serta UMKM dalam rantai pasok.

Transfer pengetahuan dan teknologi juga diharapkan menjadi bagian dari manfaat jangka panjang investasi tersebut.

Semangat yang ingin dibangun, menurut Pemprov Jawa Timur, adalah menjadikan kawasan industri di Pasuruan sebagai pintu bagi produk Jawa Timur untuk menembus pasar internasional.

“From Pasuruan to Indonesia, From East Java to the World.”

Tumbuh Bersama Masyarakat

Presiden Direktur KT&G Bang Kyung-man menegaskan bahwa keberhasilan fasilitas baru tersebut tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan mesin, tetapi juga oleh sumber daya manusia.

“Yang menggerakkan pabrik ini bukanlah peralatan, melainkan manusia,” katanya.

Karena itu, KT&G berkomitmen untuk terus mengembangkan tenaga kerja Indonesia dan membangun hubungan yang lebih erat dengan perusahaan-perusahaan mitra di sekitar kawasan industri.

Menurut Bang Kyung, perusahaan juga akan berbagi pengetahuan dan teknologi serta menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah tersebut.

“Kami ingin menjadi tetangga yang baik, yang dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Pasuruan,” ujarnya.

Dengan kapasitas produksi yang besar dan jaringan ekspor ke lebih dari 90 negara, fasilitas baru KT&G di Pasuruan diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan produksi global perusahaan.

Peresmian tersebut sekaligus menandai babak baru investasi KT&G di Indonesia, dari sekadar membangun fasilitas produksi menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghubungkan Pasuruan dan Jawa Timur dengan pasar dunia.

Bang Kyung berharap momentum peresmian tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang membawa manfaat bagi perusahaan, masyarakat, serta hubungan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan.

“Semoga perjalanan bersama antara Indonesia dan KT&G senantiasa disertai dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran,” pungkasnya.