INDUSTRY.co.id -
JAKARTA - PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada Semester I 2026. Perusahaan menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola, dan kualitas layanan kepada nasabah.
Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat, Didimax menilai layanan perdagangan berjangka komoditi perlu terus dikembangkan dengan mengedepankan transparansi dan profesionalisme.
Pencapaian ini pun menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan standar operasional perusahaan.
Direktur sekaligus Direktur Kepatuhan PT Didimax Pialang Berjangka, Zulfan Syaiful Bahri, mengatakan bahwa kepatuhan merupakan fondasi dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Kami bersyukur atas pencapaian Grade A+++ dari Bappebti pada Semester I 2026. Bagi kami, pencapaian ini merupakan bentuk motivasi untuk terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah secara konsisten,” ujar Zulfan.
Menurut Zulfan, kepatuhan terhadap regulasi memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri perdagangan berjangka komoditi.
Karena itu, Didimax berupaya menjadikan kepatuhan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Langkah tersebut dilakukan dengan memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta terus mengevaluasi kualitas pelayanan.
Zulfan menegaskan, pencapaian Grade A+++ membawa tanggung jawab bagi perusahaan untuk melanjutkan perbaikan.
“Kami melihat pencapaian ini sebagai tanggung jawab untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Kepercayaan nasabah harus dijaga melalui kepatuhan, transparansi, edukasi, serta pelayanan yang profesional,” katanya.
Selain kepatuhan, kualitas layanan menjadi perhatian Didimax dalam menghadapi perubahan kebutuhan nasabah.
Perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat mendorong kebutuhan terhadap layanan yang cepat, informatif, serta mudah diakses. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Didimax berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat komunikasi dengan nasabah, dan memanfaatkan teknologi dalam pelayanan.
Perusahaan juga menempatkan keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan. Nasabah perlu memperoleh penjelasan yang memadai mengenai karakteristik produk, mekanisme transaksi, dan risiko perdagangan berjangka.
Dengan demikian, peningkatan pelayanan berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman nasabah sebelum mengambil keputusan bertransaksi.
Didimax memandang edukasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem perdagangan berjangka komoditi yang sehat.
Literasi diperlukan agar calon nasabah maupun nasabah dapat memahami produk dan risiko secara lebih menyeluruh. Perusahaan menilai informasi yang benar membantu masyarakat mengambil keputusan dengan pemahaman yang lebih baik.
“Edukasi menjadi bagian penting dalam membangun industri yang sehat. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan memahami risiko sebelum memutuskan untuk bertransaksi di perdagangan berjangka,” ujar Zulfan.
Perhatian terhadap literasi tersebut juga sejalan dengan keterlibatan Zulfan dalam organisasi industri. Dalam materi perusahaan, Zulfan disebut menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) periode 2025–2029 dan terlibat dalam agenda edukasi perdagangan berjangka komoditi.
Setelah meraih Grade A+++ Bappebti Semester I 2026, Didimax berkomitmen melanjutkan penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan layanan, dan edukasi nasabah.
Perusahaan juga menilai kolaborasi antara regulator, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk membangun industri perdagangan berjangka komoditi yang transparan, akuntabel, serta bertanggung jawab.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Didimax. Pencapaian Grade A+++ ini akan kami jadikan motivasi untuk terus memberikan layanan yang lebih baik sekaligus menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada perusahaan,” tutup Zulfan.