API Berharap Pemerintah Keluarkan Kebijakan Dukung Pemenuhan Bahan Baku Industri

Oleh : Ridwan | Jumat, 08 September 2017 - 09:00 WIB

Ketua API Ade Sudrajat (Kanan) dalam Bisnis meeting dengan kedubes Amerika Serikat (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Ketua API Ade Sudrajat (Kanan) dalam Bisnis meeting dengan kedubes Amerika Serikat (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Rencana pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan dan pembatasan impor bahan baku industri membuat resah para pelaku industri.

Pasalnya, sejumlah komoditas bahan baku belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri nasional.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, saat ini industri dalam negeri dituntut untuk lebih efisien dan memiliki daya saing yang tinggi.

"Tidak semua bahan baku lokal dapat memenuhi kebutuhan industri tekstil. Bahan baku impor masih diperlukan, namun harus ada regulasi yang lebih menguntungkan produsen bahan baku domestik," kata Ade di Jakarta (7/9/2017).

Menurutnya, impor bahan baku diperbolehkan selama tujuan dari produk tersebut lebih diutamakan untuk pasar ekspor. "Kami berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri termasuk dalam pemenuhan bahan baku," terangnya.

Disisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Enny Ratnaningtyas mengatakan sejumlah sektor industri dalam negeri saat ini masih membutuhkan bahkan tergantung kepada bahan baku impor.

"Salah satu contoh ndustri pengolahan susu yang membutuhkan bahan baku susu sebanyak 3,8 juta ton per tahun. Dari jumlah itu 2,95 juta ton atau 79 persen dipenuhi dari impor," ucapnya.

Menurutnya, tanpa dukungan bahan baku yang memadai, hal ini akan berdampak pada penurunan daya saing industri.

Sementara itu, Direktorat Perdagangan Luar negeri Kementerian Perdagangan, Nurika Anggraini menyampaikan bahwa saat ini Kemendag masih membahas mengenai rencana Lartas terhadap sejumlah bahan baku.

Menurutnya hal itu dilakukan untuk menurunkan ketergantungan pada impor. "Kami tidak memposisikan impor sebagai hal yang haram, tapi menyeimbangkannya," pungkasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir Gunakan Kasrat Kendaraan Amfibi Dukung Kegiatan

Minggu, 12 Juli 2020 - 05:00 WIB

Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir Gunakan Kasrat Kendaraan Amfibi Dukung Kegiatan

Telah banyak kendaraan amfibi yg di buat mulai Jeep Amfibi Serba Guna (JASGU) hingga Kendaraan Amfibi Serbaguna Pendarat (KASRAT) yang melewati berbagai tahap inovasi dan upgrade secara terus…

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie (FotoDok Pontianak Post)

Minggu, 12 Juli 2020 - 04:31 WIB

Menuju Sigkawang Bersih, Wali Kota Tjhai Chui Mie Bersihkan Gorong-Gorong

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie turun langsung untuk membersihkan drainase yang tersumbat tepatnya di Jalan Alianyang (Depan Kantor PLN atau Bulog), Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang…

Prajurit Kodim 1709/Yawa Natabui Papua Laksanakan Pengobatan Masal

Minggu, 12 Juli 2020 - 04:30 WIB

Prajurit Kodim 1709/Yawa Natabui Papua Laksanakan Pengobatan Masal

Dalam rangka kegiatan non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 Kodim 1709/Yawa, Poliklinik Kesehatan (Polkes) Kodim 1709/Yawa dibawah pimpinan Serma Saidi bekerjasama dengan dr.…

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M

Minggu, 12 Juli 2020 - 04:00 WIB

KASAL Yudo Margono Kunjungan Kerja ke Mako Pasmar 3 Sorong Papua

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan sarana dan prasarana yang ada di sekitar Mako Pasmar 3 Jl. Sorong-Klamono,…

Viral Mobil Wapres Isu Bensin Eceran (ist)

Minggu, 12 Juli 2020 - 01:39 WIB

Viral Video Mobil Wapres Ma'ruf Amin isi BBM Eceran Pakai Jeriken yang Bikin Geleng-geleng Kepala, Ini Penjelasan Istana...

Video Mobil dinas Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang sedang mengisi bahan bakar dengan menggunakan jeriken menjadi viral di berbagai platform sosial media.