industry.co.id - Harga emas batangan di Indonesia tetap menjadi perhatian utama para investor dan masyarakat yang ingin menyimpan kekayaan dalam bentuk logam mulia. Pada hari Minggu24 Agustus2026, harga emas mengacu pada data terakhir yang dirilis oleh Logam Mulia per23 Agustus2026 karena harga tidak diperbarui pada hari libur.
Emas Antam tetap menjadi pilihan utama bagi investor Indonesia karena sertifikat LBMA yang diakui secara global. Harga emas Antam1gram berada di level Rp2.740.000 per gram, menunjukkan stabilitas yang cukup baik di tengah fluktuasi harga emas dunia.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut adalah daftar harga emas Antam Logam Mulia untuk berbagai ukuran yang berlaku per23 Agustus2026:
- 0,5 gram: Rp1.420.000
- 1 gram: Rp2.740.000
- 2 gram: Rp5.420.000
- 5 gram: Rp13.475.000
- 10 gram: Rp26.875.000
- 25 gram: Rp67.000.000
- 50 gram: Rp133.800.000
- 100 gram: Rp267.200.000
Harga di atas belum termasuk pajak PPh22 sebesar0,9% untuk pembeli yang memiliki NPWP dan1,2% untuk yang tidak memiliki NPWP. Harga juga dapat berbeda di setiap Butik Emas LM tergantung lokasi dan ketersediaan stok.
Harga Emas UBS dan Galeri24
Selain Antam, emas UBS dan Galeri24 juga menjadi pilihan populer di kalangan investor. Harga emas UBS1gram berada di level Rp2.585.900 per gram, sedangkan Galeri24 di Rp2.687.000 per gram. Perbedaan harga antar merek ini memberikan opsi yang lebih beragam sesuai budget investor.
Emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera dan memiliki kemurnian999,9sama seperti Antam. Sertifikat UBS juga diakui secara nasional sehingga proses buyback relatif mudah di berbagai toko emas.
Galeri24 merupakan produk emas dari Pegadaian yang juga memiliki kemurnian999,9. Keunggulan Galeri24 adalah kemudahan dalam proses pembelian dan buyback melalui jaringan Pegadaian yang tersebar di seluruh Indonesia.
Harga Buyback Emas
Bagi yang ingin menjual kembali emas, berikut harga buyback terbaru:
- Antam buyback: Rp2.540.000 per gram
- UBS buyback: Rp2.419.000 per gram
- Galeri24 buyback: Rp2.480.000 per gram
Harga buyback biasanya lebih rendah dari harga jual karena selisih spread yang digunakan oleh dealer. Untuk mendapatkan harga buyback terbaik, pastikan emas dalam kondisi baik dengan sertifikat lengkap dan kemasan asli tidak rusak.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas di Indonesia sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Ketika harga emas dunia naik dan Rupiah melemah, harga emas di Indonesia akan cenderung naik lebih tinggi.
Kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve juga menjadi faktor penting. Kebijakan moneter yang longgar biasanya mendukung kenaikan harga emas karena investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Situasi geopolitik global dan inflasi juga berperan signifikan dalam pergerakan harga emas. Ketidakpastian politik dan kenaikan inflasi biasanya mendorong investor untuk mengalihkan aset ke emas sebagai lindung nilai.
Tips Investasi Emas
Bagi pemula yang ingin mulai investasi emas, disarankan untuk membeli secara rutin dengan jumlah kecil setiap bulan. Strategi ini dikenal sebagai dollar cost averaging yang membantu meratakan harga beli dari waktu ke waktu.
Pastikan membeli emas dari sumber terpercaya seperti Butik Emas LM resmi, Pegadaian, atau dealer emas bersertifikat. Hindari membeli emas dari sumber yang tidak jelas karena risiko mendapatkan emas palsu sangat tinggi.
Simpan emas di tempat yang aman dan kering untuk menjaga kondisi fisiknya. Emas yang rusak atau kotor bisa mempengaruhi harga buyback saat ingin dijual kembali. Gunakan brankas atau safe deposit box untuk penyimpanan jangka panjang.
Prospek Harga Emas ke Depan
Para analis memperkirakan harga emas akan tetap bullish dalam jangka menengah hingga panjang. Faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang masih tinggi di beberapa negara, dan permintaan emas dari bank sentral terus mendukung harga emas.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan bank sentral untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi paling aman untuk diversifikasi portofolio.