INDUSTRY.co.id - Jakarta, Persaingan The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 semakin memanas. Memasuki putaran kedua yang berlangsung Kamis (20/8) di Gunung Geulis Country Club, Bogor, dua tim kombinasi Thailand-Indonesia berhasil bercokol di posisi teratas kategori beregu.

Duo Parathakorn Suyasri (Thailand)/Luke Evan Moore (amatir) dan Waris Manthorn (Thailand)/Steven Dirga Setya (amatir) sama-sama mengoleksi total 119 pukulan. Mereka menempati puncak leaderboard dengan keunggulan tipis satu pukulan atas tiga tim yang mengantongi skor 120.

Ketiga tim tersebut adalah Khavish Varadan (Malaysia)/Yosia Raja Simarmata, Michele Ortolani (Italia)/Maureen Shavelle Yose, serta Jazz Janewattananond (Thailand)/Matthew Wanandi.

Pada putaran kedua, Suyasri/Moore tampil sangat impresif dengan mencatat 58 pukulan, setelah sebelumnya membukukan 61. Sementara Manthorn/Setya mengawali kompetisi dengan 58 dan menutup putaran kedua dengan 61.

Sebanyak 20 tim memastikan tiket ke putaran final yang akan digelar Jumat (21/8). Batas cut kategori beregu ditetapkan pada skor total 125.

Andy Xu Mengguncang Klasemen Individual

Kejutan terbesar justru datang dari nomor individual. Pegolf China Andy Xu tampil beringas dengan mencetak 64 pukulan atau tujuh di bawah par pada putaran kedua.

Raihan tersebut melontarkan Xu ke puncak leaderboard. Pegolf berusia 24 tahun itu kini mengoleksi total 130 pukulan, atau 12 di bawah par, setelah sebelumnya mencatat 66 pukulan.

Bermain di West Course, Xu mengakui tantangan terbesar datang dari kondisi green yang cukup sulit. Namun, ia mampu menjaga permainan tetap terkendali dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Tentu saja ada banyak kesempatan untuk birdie, tapi greennya cukup sulit. Saya melakukan 2-3 putt hari ini,” kata Xu.

Menurut alumnus University of San Diego tersebut, kunci permainannya adalah tidak terlalu agresif dan mampu menjaga kecepatan putt.

“Hal utama adalah jangan terlalu agresif, dan tetap menjaga kecepatan. Itu sangat membantu saya hari ini,” ujarnya.

Meski berada di puncak, posisi Xu belum sepenuhnya aman. Ia hanya berjarak satu pukulan dari Khavish Varadan dan Darcy Brereton yang sama-sama mengoleksi 131 pukulan atau 11 di bawah par.

Ancaman berikutnya datang dari Nitithorn Thippong dan pegolf tuan rumah Kevin C. Akbar. Keduanya berada di posisi T4 dengan total 132 pukulan atau 10 di bawah par.

Bagi Kevin, posisi tersebut membuka peluang untuk kembali mengangkat trofi The Indonesia Pro-Am. Ia berambisi mengulang kesuksesan 2023 ketika meraih gelar juara dalam debutnya di ajang pro-am tersebut.

Tiga Pegolf Indonesia Lolos Cut

Harapan Indonesia tidak hanya bertumpu pada Kevin. Dua pegolf lainnya, Amadeus Christian Sutanto dan Peter Gunawan, juga berhasil melangkah ke putaran final.

Amadeus, yang akrab disapa Yoyo, mengoleksi total 136 pukulan atau enam di bawah par. Sementara Peter berhasil bertahan dengan total tiga di bawah par, tepat di batas persaingan menuju putaran final.

Bagi Yoyo, kelolosan tersebut memiliki arti tersendiri. Ini menjadi kali pertama ia berhasil melewati cut dalam debutnya di Asian Development Tour pada musim rookie sebagai pegolf profesional.

Dengan putaran final tersisa satu ronde, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Xu akan berusaha mempertahankan keunggulan di kategori individual, sementara Kevin Akbar dan para pesaingnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan.

Di kategori beregu, dua tim yang berbagi posisi teratas pun belum bisa bernapas lega. Dengan jarak hanya satu pukulan dari tiga tim pengejar, setiap pukulan pada putaran final akan menentukan siapa yang akhirnya membawa pulang gelar The Indonesia Pro-Am 2026.