INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan terus mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas nasional sekaligus memperluas akses pasar ekspor. 

Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7).

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa implementasi SRG mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas Indonesia sekaligus membuka peluang yang lebih besar di pasar internasional.

“Pelepasan ekspor ini membuktikan, implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” tegas Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya.

Ekspor tahap awal tersebut terdiri atas dua kontainer kopi dengan total volume 38,4 ton senilai USD227.443,2. 

Rinciannya, satu kontainer berisi kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton dengan nilai USD71.040 dikirim ke Maroko, sedangkan satu kontainer lainnya berisi kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD156.403,2 untuk pasar Tiongkok.

Pengiriman ini menjadi awal dari ekspor lanjutan yang telah direncanakan. 

Sebanyak delapan kontainer tambahan kopi Arabica Semi-Wash dengan total volume 153,6 ton dan nilai mencapai USD1.251.225,60 akan kembali diberangkatkan menuju Tiongkok. Seluruh komoditas tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

Menurut Tirta, keberhasilan ekspor melalui skema SRG tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang membangun ekosistem secara terintegrasi.

“Keberhasilan implementasi SRG untuk ekspor ini merupakan hasil dari sinergi baik antara pemerintah pusat dan daerah bersama pelaku usaha. Optimalnya peran semua pihak sangat berpengaruh pada keberhasilan ini,” jelas Tirta.

Ekosistem tersebut melibatkan petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo sebagai pengelola gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia selaku pemilik gudang sekaligus penggagas SRG Berbasis Rel, serta PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai pusat registrasi SRG.

Dukungan juga datang dari sektor pembiayaan melalui Bank BJB dan PT ASLI Pangan Indonesia yang menghimpun investor dalam ekosistem SRG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung turut berperan dalam penguatan implementasi sistem tersebut.

Bappebti menilai keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa komoditas yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki kualitas yang terjaga sehingga mampu memenuhi standar pasar internasional. 

Lebih dari itu, SRG dinilai telah berkembang menjadi instrumen yang tidak hanya mendukung pembiayaan, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan menghubungkan petani dengan pasar ekspor.

Ekspansi pasar ke Tiongkok dan Maroko sekaligus memperlihatkan tingginya kepercayaan mitra dagang terhadap kopi Indonesia. 

Kondisi tersebut membuka peluang diversifikasi tujuan ekspor yang selama ini masih terkonsentrasi pada sejumlah negara tertentu.

“Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 9 Tahun 2006 jo UU No. 9 Tahun 2011. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas,” terang Tirta.

Sementara itu, Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Saf mengungkapkan bahwa ekspor kopi ke Tiongkok akan terus berlanjut setelah pengiriman perdana, dengan target total 10 kontainer. 

Adapun ekspor ke Maroko diproyeksikan mencapai delapan hingga sembilan kontainer setiap bulan.

“Melalui pemanfaatan SRG, petani dapat menyimpan komoditas, menjual pada saat harga terbaik, serta andil dalam menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor. Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor komoditas Koperasi Gunung Luhur Berkah terus mengalami peningkatan,” tutup Miftahudin.