Highlights
- ORI030 sudah terjual Rp21,9 triliun dari target Rp25 triliun per 16 Juli 2026
- Kupon tetap 6,90% (tenor 3 tahun) dan 7,00% (tenor 6 tahun)
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, di atas rata-rata dunia
- BI Rate diprediksi naik hingga 6,5% pada akhir 2026
Indonesia memasuki fase new normal pada semester II-2026. Harga minyak dunia mulai stabil, nilai tukar rupiah terjaga, dan optimisme investor kembali meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi instrumen pendapatan tetap seperti Obligasi Negara Ritel (ORI030).
Dalam acara UOB Media Literacy Circle bertajuk "Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030" di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (16/7/2026), sejumlah pakar ekonomi sepakat bahwa ORI030 menjadi pilihan investasi yang menarik di tengah volatilitas pasar global.
Penjualan ORI030 Mendekati Target
Chandra A.S. Wibowo, Analis Keuangan Negara Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, mengungkapkan bahwa realisasi penjualan ORI030 per 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB sudah mencapai Rp21,9 triliun dari target Rp25 triliun.
"Antusiasme investor sangat tinggi. Profil investor SBN Ritel selama ini didominasi generasi milenial sebesar 52%," ujar Chandra.
ORI030 menawarkan kupon tetap selama 3 tahun dan 6 tahun. Dari sisi imbal hasil, ORI030 lebih tinggi dibandingkan instrumen sejenis dengan potongan pajak lebih rendah. Pembayaran kupon dan pelunasan selalu tepat waktu setiap tanggal 15 sejak ORI001.
Keunggulan lain, ORI030 bisa dijual di pasar sekunder sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor. "ORI030 sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali berinvestasi," tambah Chandra.
Ekonomi Indonesia Kokoh di Atas Rata-rata Dunia
Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist UOB, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% masih berada di atas rata-rata dunia. Asia Tenggara tetap menjadi oasis pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Investor asing mulai masuk kembali ke pasar Indonesia. Mereka mencari yield yang menarik, terutama obligasi dengan imbal hasil di atas 6% yang dijamin negara," kata Enrico.
Ia memprediksi BI Rate akan naik tiga kali lagi hingga akhir 2026 menjadi 6,5%. Kenaikan ini semakin membuat instrumen aman seperti ORI030 menjadi atraktif.
Strategi Risk-First Approach
Emillya Soesanto, Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, menekankan pentingnya menerapkan pendekatan Risk-First melalui tiga prinsip utama:
- Be Prepared — tidak perlu menunggu kondisi pasar ideal
- Diversify — membangun portofolio terdiversifikasi lebih penting daripada menebak arah pasar
- Be Strategic — instrumen pendapatan tetap tetap relevan sebagai komponen strategis
ORI030 ditawarkan pemerintah melalui mitra distribusi termasuk UOB Indonesia hingga 30 Juli 2026. Investor bisa membeli melalui UOB Internet Banking dengan program cashback hingga 0,2%.
Pada ORI030 tenor 6 tahun (ORI030-T6), pemerintah memberi label SDGs Bond Ritel — obligasi konvensional demi mencapai target Sustainable Development Goals pada 2030. Artinya, investor mendapatkan double return: return finansial sekaligus return sosial melalui kontribusi pembangunan nasional.
FAQ
Apa itu ORI030?
ORI030 adalah Obligasi Negara Ritel seri ke-30 yang ditawarkan pemerintah kepada investor individu. ORI030 tersedia dalam dua tenor: 3 tahun (kupon 6,90%/tahun) dan 6 tahun (kupon 7,00%/tahun).
Berapa minimum investasi ORI030?
Minimum investasi ORI030 biasanya Rp1 juta. Pembelian bisa dilakukan melalui mitra distribusi resmi termasuk bank-bank besar seperti UOB Indonesia.
Bisakah ORI030 dijual sebelum jatuh tempo?
Ya, ORI030 bisa dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Ini memberikan fleksibilitas jika investor membutuhkan dana lebih awal.