INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 yang digulirkan pemerintah mulai memberikan dampak positif terhadap industri transportasi nasional. Berbagai insentif berupa diskon tarif kereta api, angkutan laut, penyeberangan hingga subsidi pajak tiket pesawat berhasil mendorong lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah, sekaligus meningkatkan permintaan jasa transportasi.

Kebijakan yang diumumkan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain mendorong perjalanan masyarakat, stimulus ini juga memberikan efek berganda bagi pelaku industri transportasi dan sektor ekonomi di daerah tujuan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan insentif transportasi dirancang agar masyarakat lebih terdorong melakukan perjalanan sehingga aktivitas ekonomi di berbagai wilayah ikut bergerak.

"Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah juga ikut bergerak. Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal, ini menunjukkan bahwa stimulus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Haryo, Selasa (7/7).

Industri perkeretaapian menjadi moda yang mencatat respons paling tinggi. Hingga 5 Juli 2026, program diskon tiket kereta api telah dimanfaatkan oleh 1.303.191 penumpang atau mencapai 110% dari target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 1.174.624 penumpang. Jumlah tersebut juga meningkat 13% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah mengalokasikan realisasi anggaran sebesar Rp90,9 miliar untuk mendukung program diskon 30% pada layanan kereta api ekonomi nonpenugasan (non-PSO/nonperintis), yang mencakup 150 perjalanan reguler dan 26 perjalanan tambahan.

Di sektor angkutan laut, stimulus juga mulai meningkatkan permintaan. Hingga 6 Juli 2026, sebanyak 481.503 penumpang telah memanfaatkan diskon tarif kapal Pelni atau sekitar 69% dari target 693.690 penumpang. Dengan masa program yang masih berlangsung hingga 15 Agustus 2026, jumlah pengguna diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

Sementara itu, industri penyeberangan turut mencatat kenaikan volume pengguna. Berdasarkan data boarding hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 penumpang telah memanfaatkan insentif pembebasan tarif jasa kepelabuhanan atau mencapai 93,25% dari target. Program tersebut mencakup 959.880 penumpang yang menggunakan 360.141 kendaraan serta 165.208 penumpang pejalan kaki di lintasan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.

Menurut Haryo, pemerintah akan terus memonitor implementasi berbagai stimulus tersebut agar mampu menjaga momentum pertumbuhan industri transportasi sekaligus memperkuat konsumsi domestik.

"Pemerintah optimistis berbagai kebijakan stimulus ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah," pungkasnya.