INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia kini memasuki era ageing population. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari total populasi.

Seiring meningkatnya jumlah lansia, tantangan dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal juga semakin besar. Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian adalah tingginya kasus luka dekubitus atau luka tekan.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi luka dekubitus di Indonesia masih berada di atas 30 persen. Kondisi ini bukan hanya menurunkan kualitas hidup lansia, tetapi juga meningkatkan beban fisik dan psikologis keluarga maupun para caregiver.

Melihat kondisi tersebut, Lifree bersama PPNI DKI Jakarta menginisiasi edukasi nasional guna meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan lansia yang lebih komprehensif.

Dalam webinar tersebut, Dr. dr. Windy Keumala Budianti menjelaskan bahwa lansia memiliki risiko tinggi mengalami luka dekubitus akibat tekanan tubuh yang berlangsung terus-menerus pada satu titik karena terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

Selain itu, paparan urine maupun feses secara berulang membuat kulit menjadi lembap sehingga meningkatkan pH kulit dan merusak fungsi perlindungan alaminya.

"Kondisi kulit yang lembap menyebabkan kulit lebih mudah mengalami maserasi, erosi, iritasi, serta rentan terhadap gesekan maupun pergeseran," jelasnya.

Sementara itu, Ns. Eka Widiati membagikan lima langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga maupun caregiver untuk mencegah luka tekan pada lansia, yaitu:
• Mengubah posisi tubuh lansia setiap dua jam agar tekanan pada titik tumpu tubuh berkurang.
• Melakukan pemeriksaan kondisi kulit setiap hari.
• Tidak memijat area kulit yang mulai tampak kemerahan.
• Menjaga sprei tempat tidur tetap bersih, rapi, dan kering.
• Memilih popok dewasa yang mampu menjaga kulit tetap kering serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut dapat secara signifikan mengurangi risiko munculnya luka dekubitus apabila dilakukan secara konsisten.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan luka dekubitus, Lifree menghadirkan popok dewasa tipe perekat dengan berbagai inovasi berbasis ilmiah. Produk ini menggunakan 100 persen material breathable yang memungkinkan sirkulasi udara tetap optimal sehingga mengurangi rasa pengap dan membantu menjaga kulit tetap sehat.

Selain itu, teknologi jalur serap aktif mampu menyerap urine secara cepat dan merata sehingga popok dapat digunakan hingga 12 jam dengan kondisi kulit tetap lebih kering. Keunggulan lainnya adalah perekat yang tetap kuat meski telah dilepas dan dipasang kembali hingga sepuluh kali, sehingga memudahkan proses perawatan lansia.

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yasutaka Nishioka, mengatakan perusahaan terus berkomitmen menghadirkan inovasi sekaligus edukasi bagi masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup lansia.

"Unicharm memiliki misi mewujudkan masyarakat simbiosis Indonesia yang sehat, mandiri, nyaman, dan bahagia melalui produk penyerapan berkualitas seperti Lifree," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah meluncurkan popok dewasa pertama dengan teknologi 100 persen breathable pada 2024 dan memperoleh bukti ilmiah melalui riset klinis bersama CRSU Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2025 yang menunjukkan Lifree tipe perekat terbukti membantu memperbaiki kondisi kulit, tahun ini perusahaan memperluas dampaknya melalui edukasi kepada lebih dari 1.000 tenaga medis.

"Melalui inovasi produk berkualitas tinggi serta edukasi berkelanjutan bersama para ahli, kami ingin berkontribusi nyata mewujudkan nol luka dekubitus di Indonesia demi menjaga kehidupan lansia yang sehat dan bermartabat," tutup Nishioka.