INDUSTRY.co.id - Pekanbaru – Upaya memperkuat transformasi pelayanan kefarmasian rumah sakit menjadi fokus utama dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) yang diselenggarakan di Pekanbaru, Riau, pada 25–27 Juni 2026.

Mengusung tema "Building a Safer Healthcare System: The Pharmacist's Role in Digital and Performance Innovation", forum ilmiah nasional ini diikuti 1.184 apoteker rumah sakit dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para apoteker untuk meningkatkan kompetensi, inovasi pelayanan kefarmasian, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.

Acara pembukaan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. L. Rizka Andalucia, serta Ketua HISFARSI Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Drs. H. Ruslan M. Rauf, M.Kes.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Pekanbaru sebagai tuan rumah penyelenggaraan PIT dan Mukernas HISFARSI 2026. Menurutnya, forum ilmiah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi tenaga kefarmasian untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, terutama di era transformasi digital.

"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan PIT dan Mukernas HISFARSI PP IAI di Kota Pekanbaru. Semoga kegiatan ini mampu membawa kemajuan bagi dunia farmasi, khususnya di Pekanbaru dan Provinsi Riau," ujar SF Hariyanto.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menilai peningkatan kompetensi apoteker menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Sebagaimana disampaikan Plt Gubernur Riau, masih terdapat tantangan dalam manajemen obat, termasuk pengelolaan obat kedaluwarsa. Dengan peningkatan pengetahuan dan kompetensi apoteker, kualitas pelayanan kefarmasian kepada masyarakat tentu akan semakin baik," katanya.
Menurut Markarius, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai sektor jasa lainnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. L. Rizka Andalucia, menegaskan bahwa PIT HISFARSI merupakan forum strategis untuk memperkuat kapasitas apoteker rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

"Selain menjadi forum berbagi ilmu dan pengalaman, pertemuan ini bertujuan mengoptimalkan manajemen pengelolaan obat di rumah sakit agar lebih efisien, baik dari sisi mutu maupun pembiayaan," ujarnya.
Rizka juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan PIT HISFARSI 2026 menghadirkan berbagai kegiatan ilmiah dan kompetisi profesional, seperti Olimpiade Farmasi Rumah Sakit, Presentasi dan Poster Karya Ilmiah, serta penghargaan Hospital Pharmacist of the Year. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme apoteker rumah sakit di Indonesia.

Di sisi lain, Ketua HISFARSI PP IAI, apt. Drs. H. Ruslan M. Rauf, M.Kes, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mukernas menjadi forum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan daerah.
"Kami berharap Mukernas ini menghasilkan komitmen bersama dalam memperkuat peran apoteker rumah sakit sebagai pilar penting sistem kesehatan nasional, sekaligus mempercepat transformasi pelayanan kefarmasian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tuturnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai plenary session, simposium, workshop, dan international session yang membahas isu-isu strategis, mulai dari digitalisasi pelayanan farmasi rumah sakit, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam praktik kefarmasian, keselamatan pasien, farmasi klinis, pengelolaan obat, hingga transformasi regulasi dan tata kelola pelayanan kefarmasian.

Sebagai bagian dari pengabdian profesi kepada masyarakat, rangkaian kegiatan ditutup dengan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Kegiatan ini menghadirkan pelayanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan, konsultasi kefarmasian, pengobatan massal, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat sebagai wujud nyata kontribusi apoteker dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan PIT dan Mukernas HISFARSI 2026, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis serta program kerja yang mampu memperkuat peran apoteker rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional, inovatif, berorientasi pada keselamatan pasien, serta mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia menuju layanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.