INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi akan turun langsung ke desa-desa untuk menggerakkan budaya baca masyarakat melalui Program KKN Tematik Literasi 2026 yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Program yang melibatkan 23 perguruan tinggi negeri dan swasta ini akan dilaksanakan di 1.000 desa yang tersebar di 66 kabupaten dan kota di Indonesia. Selama satu bulan penuh, mahasiswa akan menjadi ujung tombak berbagai kegiatan literasi yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Kegiatan yang akan dilakukan tidak hanya berfokus pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup penguatan kemampuan berpikir kritis, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta pengembangan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa program ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat desa.

"Literasi saat ini tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, dan mengolah pengetahuan menjadi solusi," jelas Beny.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat untuk membangun budaya baca yang kuat.

Menurut Adin, kehadiran mahasiswa di desa melalui KKN Tematik Literasi diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat.

Program ini didukung oleh infrastruktur literasi yang telah dibangun Perpusnas selama beberapa tahun terakhir. Hingga 2026, Perpusnas telah mengembangkan sekitar 20 ribu ruang baca desa yang dilengkapi 20 juta koleksi bahan bacaan bermutu.

Selain itu, sebanyak 3.666 titik layanan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) telah hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan pemberdayaan.

Pembekalan peserta KKN Tematik Literasi 2026 telah dilaksanakan secara daring pada 18 Juni 2026 dan diikuti mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, serta mitra dari berbagai perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Melalui program ini, Perpusnas berharap lahir gerakan literasi yang berkelanjutan di tingkat desa. Keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan diyakini mampu memperkuat budaya baca masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 yang berdaya saing dan berpengetahuan.