Industry.co.id-Kualalumpur-Maybank mencatatkan laba bersih untuk paruh pertama 2017 tumbuh 29,9% menjadi RM3,36 miliar dari RM2,59 miliar tahun lalu, didukung lonjakan pendapatan kuartal kedua 43% secara tahunan.

Laba sebelum pajak untuk paruh tahun naik 27,8% pada RM4,49 miliar dari RM3,52 miliar tahun lalu. Kenaikan laba yang signifikan dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 5,8%, marjin bunga bersih yang membaik sebesar 13 basis poin serta penurunan net impairment loss yang signifikan sebesar 33,1% dibanding tahun lalu.

Chairman Maybank, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan, Saya gembira dengan pencapaian Group selama paruh tahun ini, yang menunjukkan kemampuan kami untuk secara konsisten menciptakan nilai di seluruh pasar kami dan memperkuat posisi kami untuk meningkatkan peluang pertumbuhan. Kami tetap optimis kehadiran kami yang kuat di regional akan terus melanjutkan perkembangan kami. kata dia di Kualalumpur, Rabu (30/8/2017).

Ia katakan, Direksi telah memberikan apresiasi kepada pemegang saham berupa dividen interim single-tier sebesar 23 sen per saham, dalam Rencana Reinvestasi Dividen Group. Dengan terdiri dari porsi kas 5 sen per saham dan porsi electable 18 sen per saham, jumlah dividen interim yang dibayarkan sebesar RM2,4 miliar dan mewakili 72,2% dari laba bersih dalam periode terkait.

Untuk tinjauan paruh tahun, lanjut dia, pendapatan operasional bersih mencapai RM11,36 miliar dibanding RM10,74 miliar tahun lalu didukung dengan peningkatan yang kuat dari Asuransi & Takaful sebesar 25,6% dan 8,0% dari Group Community Financial Services. Pendapatan bunga (net fund based income) tumbuh 10,9% menjadi RM8,26 miliar dari RM7,45 miliar tahun lalu, lebih dari mengimbangi penurunan marjinal pada pendapatan berbasis fee sebesar RM3,10 miliar dari RM3,29 miliar tahun lalu.

Meskipun di tengah iklim operasional yang penuh tantangan, Group mencatat kenaikan kredit sebesar 6,4% secara tahunan dipimpin Malaysia (6,4%), Singapura (4,9%) dan Indonesia (3,2%). Sementara simpanan bruto tumbuh 1,2% didukung peningkatan Operasional Internasional sebesar 3,8%, selaras dengan strategi Group untuk fokus secara ketat pada simpanan berbunga rendah CASA dan beralih dari portofolio yang mahal. Hal ini disertai dengan disiplin pricing yang ketat, memungkinkan Group untuk memitigasi tekanan pada marjin bunga bersih yang membaik menjadi 2,41% pada Juni 2017 dari 2,28% pada Juni 2016 dan dari 2,27% per Desember 2016.

Rasio loan-to deposit (LDR) Group pada Juni 2017 membaik menjadi 93,8% dari 93,9% per Desember 2016, selaras dengan upaya berkelanjutan untuk memelihara neraca yang efisien antara aset dan kewajiban. LDR Maybank Malaysia berada pada 90,9%, operasional Maybank Singapura sebesar 91,4% sementara LDR Maybank Indonesia pada tingkat bank sebesar 86,7%.

Rasio cakupan likuiditas berada pada tingkat yang sehat sebesar 146%, di atas persyaratan minimum sebesar 80% yand ditetapkan Bank Negara Malaysia dengan loan loss coverage (termasuk pencadangan yang disyaratkan regulator) sebesar 92,6%. Maybank tetap menjadi salah satu bank dengan permodalan terkuat di regional dengan total rasio modal sebesar 18,98% dan rasio CET1 sebesar 13,56% (setelah pengajuan dividen dan asumsi tingkat reinvestasi dividen sebesar 85%).

Selama paruh tahun, net impairment loss turun secara substansial menjadi RM1,38 miliar dari RM2,06 miliar tahun lalu, sehubungan Group terus melakukan langkah proaktif sejak awal 2016 untuk merestrukturisasi dan menjadwal ulang fasilitas kredit terutama dari segmen pasar yang terdampak iklim ekonomi yang penuh tantangan. Meskipun demikian, Group terus menjaga kewaspadaan atas kemungkinan penurunan dalam akun tertentu selama periode yang ditinjau, dan bila perlu, mengambil langkah proaktif untuk merestrukturisasi dan menjadwal ulang pembayaran nasabah untuk lebih menyelaraskan dengan proyeksi arus kas mereka. Rasio net impaired loans Group pada Juni 2017 berada pada 1,73% dibanding 1,72% tahun lalu sementara rasio impaired loans bruto sebesar 2,53% dari 2,34%, katanya.