INDUSTRY.co.id - Cikarang-PT Mitra Pinasthika Finance(MPM Finance) mencatatkan pembiayaan hingga Juli 2017, realisasi pembiayaan  sudah mencapai 62% dari target pembiayaan. Perusahaan pembiayaan ini optimis target pembiayaan hingga akhir tahun mencapai Rp4,9 triliun ini naik 22,5% dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp4 triliun.

Direktur Utama MPM Finance Johny Kandano mengatakan, pembiayaan ini akan disokong oleh pembiayaan ritel dan korporasi.Ritel masih mendominasi setelah pembiayaan korporasi terkena dampak pelemahan harg komoditas.

“Kami optimis target pembiayaan sesuai dengan target yang direncanakan,itu tercermin pada semester pertama pembiayaan sudah 60%, jauh lebih baik dari target,”kata dia di Cikarang, Jawa Barat, Senin (28/8/2017).

Ia menjelaskan pembiayaan ritel,porsi terbesarpada pembiayaan  mobil baru (passenger car)porsinya mencapai 80% dan sisanya mobil bekas dan motor. Mobil baru mendominasi dengan merek yang tersebar. Adapun untuk motor hanya menjual merek Honda.

” Mobil baru optimis akan tumbuh 5 -7% seara nasional itu dari data Gaikindo, ada peningkatan mobil baru,”katanya.

Sementara untuk mobil komersial,seperti truk pembiayaan kisaran 20-30%. Sebenarya pembiayaan komersial itu 70% karena saat itu sedang meledak komoditas,ketika lesu, berimbas ke pembiayaan mobil komersial.

“Sangat selektif pada pembiayaan komersial, karena suasana komoditas lesu di Sumatera dan Kalimantan. Meski sekarang sudah mulai kelihatan  palm oil.bagus,”katanya.

Hingga Juni 2017, MPM Finance mencatat kenaikan 40% year on year (y.o.y) dalam jumlah new booking yang didorong oleh kenaikan signifikan di pembiayaan roda empat, juga pembiayaan tambahan melalui pinjaman sindikasi untuk mendukung pertumbuhan portfolio. Laba perusahaan juga naik menjadi Rp 48 Miliar di samping tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang sehat di 2.6%.