INDUSTRY.co.id - Jakarta – vivo resmi meluncurkan vivo V70 Series di Indonesia dengan membawa konsep “Dual Portrait Master”, yang menghadirkan dua pendekatan fotografi portrait berbeda melalui vivo V70 dan vivo V70 FE. 

Advertisement

Seri terbaru ini membawa peningkatan besar pada sistem kamera, performa, dan desain yang terinspirasi dari lini flagship.

Pada peluncuran yang digelar 9 Maret 2026, vivo menghadirkan vivo V70 sebagai “Festival Portrait Master” dengan teknologi telephoto premium, sementara vivo V70 FE hadir sebagai “Traveling Portrait Master” dengan kamera beresolusi tinggi untuk menangkap detail perjalanan secara lebih tajam.

Advertisement

Di Indonesia, vivo V70 dibanderol dengan harga Rp8.999.000 untuk varian 12GB + 256GB. Sementara vivo V70 FE tersedia mulai Rp6.499.000 untuk varian 8GB + 256GB.

PR Manager vivo Indonesia, Alexa Tiara, mengatakan bahwa generasi terbaru V Series ini dirancang untuk menjawab kebutuhan fotografi yang semakin kompleks.

Advertisement

“Melalui V70 Series, kami tidak hanya meningkatkan spesifikasi, tetapi juga mematangkan arah pengembangan V Series sebagai lini yang mampu menghadirkan kapabilitas imaging kelas atas dalam dua pendekatan berbeda,” ujarnya.

Salah satu peningkatan paling signifikan pada vivo V70 adalah hadirnya 10x Telephoto Zoom dengan AI Stage Mode, fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada lini flagship vivo.

Advertisement

Teknologi ini memungkinkan pengguna mengambil foto jarak jauh dengan detail tajam dan warna yang tetap konsisten, bahkan dalam kondisi pencahayaan panggung yang kompleks seperti konser atau festival.

Sistem kamera ZEISS All Main Camera pada vivo V70 terdiri dari:
* 50MP ZEISS OIS Main Camera (Sony LYT-700V)
* 50MP ZEISS Super Telephoto Camera (Sony IMX882)
* 10x Telephoto Zoom dengan AI Stage Mode
* 50MP ZEISS Front Camera dengan autofocus
* 8MP ZEISS Ultra Wide-Angle Camera

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur AI Travel Portrait, termasuk AI Landscape Master, AI Four-Seasons, serta AI Style untuk mengubah latar foto, suasana musim, hingga menghapus objek yang tidak diinginkan.

Dari sisi desain, vivo V70 mengusung Flagship Metal Design dengan lightweight metal frame yang membuatnya tetap kokoh namun ringan.

Smartphone ini memiliki layar 6,59 inci dengan ultra-thin bezels, ketebalan hanya 7,59mm, serta dilengkapi 3D Ultrasonic Fingerprint Scanning 2.0 untuk keamanan lebih cepat dan akurat.

Performa perangkat didukung oleh Snapdragon 7 Gen 4, penyimpanan UFS 4.1, dan sistem operasi OriginOS 6.

Untuk daya tahan, vivo V70 membawa 6500mAh BlueVolt Battery dengan 90W FlashCharge, serta sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan air dan debu.

Sementara itu, vivo V70 FE menjadi lini baru dalam keluarga V Series dengan inovasi 200MP OIS Main Camera, yang merupakan kamera beresolusi tertinggi pertama dalam sejarah seri ini.

Kamera tersebut memungkinkan pengguna melakukan cropping tanpa kehilangan detail, sehingga foto tetap tajam meskipun diperbesar.

Perangkat ini juga didukung fitur 85mm Close-Up Portrait untuk menghasilkan foto portrait dengan perspektif yang lebih natural.

Dari sisi daya tahan, vivo V70 FE dibekali baterai 7000mAh, yang menjadi baterai terbesar dalam sejarah V Series, lengkap dengan 90W FlashCharge.

Menariknya, vivo juga menghadirkan kolaborasi perdana V Series di Indonesia bersama POP MART Zsiga melalui tema “Bloom Under The Sun”.

Kolaborasi ini menghadirkan fitur eksklusif seperti:
* POP MART Zsiga Exclusive Flip Cards pada vivo V70
* POP MART Zsiga Custom Watermarks pada vivo V70 FE

Selain itu, vivo juga bekerja sama dengan Wonderful Indonesia dalam kampanye “200MP TravelShot: Go Beyond”, yang mengajak masyarakat mengabadikan keindahan alam dan budaya Indonesia melalui fotografi resolusi tinggi.

Figur publik Maudy Ayunda turut hadir sebagai Brand Ambassador yang menilai vivo V70 Series cocok untuk mendukung aktivitas sehari-hari yang dinamis.

Menurutnya, smartphone ini mampu membantu mengabadikan berbagai momen penting, mulai dari perjalanan hingga kebersamaan dengan keluarga.

“vivo V70 Series hadir sebagai pendamping yang membantu saya mengabadikan portrait yang ekspresif sekaligus tetap terhubung di tengah aktivitas yang panjang,” ujar Maudy.