INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa program desa wisata menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional. Selama ini, perputaran ekonomi sektor pariwisata cenderung terpusat di kota-kota besar dan destinasi populer. Melalui pengembangan desa wisata, pusat aktivitas ekonomi dipindahkan ke tingkat pemerintahan terkecil, yaitu desa.

Advertisement

Konsep desa wisata menghadirkan perubahan mendasar dalam cara pariwisata memberi manfaat. Masyarakat desa tidak lagi menjadi penonton, melainkan aktor utama. Kepala desa, kelompok sadar wisata (pokdarwis), ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, hingga pelaku UMKM terlibat langsung dalam mengelola dan mengembangkan potensi wilayahnya.

Di banyak desa, perubahan ini terasa nyata. Desa yang sebelumnya hanya dikenal sebagai jalur lintasan kini mulai hidup sebagai destinasi. Rumah-rumah warga tidak hanya terbuka untuk aktivitas bertani, tetapi juga untuk menyambut wisatawan yang ingin belajar menenun, mencicipi kuliner tradisional, atau menikmati suasana pedesaan yang asri. Inilah wajah pariwisata berbasis komunitas—pariwisata yang tumbuh dari bawah, dari ruang hidup masyarakat itu sendiri.

Advertisement

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 6.100 desa wisata yang terbagi dalam empat kategori, yaitu rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Untuk memastikan pengembangan yang terarah dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata menjalankan sepuluh langkah strategis.

Pertama, membangun platform jejaring desa wisata bernama JADESTA (Jaringan Desa Wisata) yang berfungsi untuk pemetaan potensi dan status desa wisata di seluruh Indonesia. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis melalui sinergi program, CSR, dan kemitraan pembangunan desa wisata.

Advertisement

Ketiga, melakukan penguatan sumber daya manusia melalui kampanye sadar wisata dan pendampingan tata kelola. Keempat, menerapkan sertifikasi desa wisata berkelanjutan guna mendorong tata kelola yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan. Kelima, memberikan fasilitasi permodalan serta pengembangan sarana 3A: atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Langkah keenam adalah penyelenggaraan event di desa wisata untuk meningkatkan daya tarik kunjungan. Selain itu, dilakukan pemasaran dan promosi terpadu dengan menghadirkan desa wisata dalam berbagai expo nasional maupun internasional. Desa wisata juga dilibatkan dalam berbagai ajang kompetisi tingkat nasional dan global.

Advertisement

Seluruh program tersebut dilengkapi dengan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data untuk memastikan efektivitas dan dampak yang terukur.

Hasilnya menunjukkan dampak yang positif. Dari 34 desa wisata yang menerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024, tercatat peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 27,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari sektor pariwisata juga meningkat hingga 3,68 persen. Data ini menegaskan bahwa aktivitas pariwisata berbasis desa terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

"Program desa wisata bukan sekadar pengembangan destinasi, melainkan gerakan membangun kemandirian ekonomi dari desa. Ketika desa tumbuh dan berdaya, pemerataan ekonomi nasional pun semakin nyata," kata Menpar Widiyanti.