INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali meluncurkan program JA SparktheDream untuk tahun keempat. Program ini mengusung pendekatan inovatif yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, dan pelaku usaha jasa keuangan sebagai satu ekosistem pembelajaran keuangan yang saling terhubung.
Pada periode kali ini, inisiatif tersebut menargetkan pemberian edukasi keuangan kepada lebih dari 2.300 siswa sekolah menengah pertama yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek hingga Denpasar, dengan durasi pelaksanaan hingga November 2026.
Melalui metode yang interaktif, JA SparktheDream memberikan edukasi literasi keuangan secara holistik melalui empat sesi pembelajaran di kelas. Proses belajar ini memadukan kehadiran fasilitator PJI, guru, serta sukarelawan dari FWD Insurance dengan platform daring dan aktivitas rumah bersama keluarga.
Aktivitas rumah tersebut dirancang agar siswa dapat mempraktikkan langsung materi keuangan melalui diskusi keluarga dan pencatatan pengeluaran sederhana di bawah bimbingan orang tua, sehingga literasi keuangan dapat tertanam menjadi kebiasaan sehari-hari.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menyatakan bahwa di era digital saat ini, anak-anak semakin cepat terpapar pada berbagai pilihan finansial beserta risiko yang menyertainya.
“Setelah berhasil menjangkau hampir 6.000 siswa sejak tahun 2023, kami ingin menghadirkan pembelajaran JA SparktheDream yang semakin relevan dengan realita mereka, sekaligus melibatkan orang tua dan sekolah sebagai satu ekosistem. Kami percaya literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini di rumah dan sekolah akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan,” ujarnya di Jakarta pada Senin (9/2/2026).
Urgensi pendekatan berbasis ekosistem ini semakin diperkuat oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42%.
Tantangan ini semakin nyata mengingat generasi muda saat ini tumbuh di tengah kompleksitas keuangan digital yang menawarkan kemudahan akses namun juga menyimpan risiko jika tidak disertai pemahaman yang mumpuni.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menjelaskan bahwa partisipasi guru dalam program ini dirancang sebagai proses penguatan kapasitas jangka panjang agar materi literasi keuangan dapat diadaptasi ke dalam kurikulum sekolah secara berkelanjutan.
“Kehadiran sukarelawan FWD Insurance turut memperkaya proses belajar dengan contoh nyata, sehingga guru dan siswa memperoleh perspektif yang utuh antara teori, praktik, dan realitas di lapangan,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, pelaksanaan tahun keempat ini dibuka dengan seminar literasi keuangan bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari” di SMP Al-Jannah, Depok.
Dalam kegiatan tersebut, pakar keuangan Dewi R.D. Amelia menekankan bahwa pengelolaan keuangan lebih ditentukan oleh kebiasaan dan keputusan sehari-hari dibandingkan besaran penghasilan. Ia menjelaskan bahwa mengelola uang dimulai dari praktik sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyiapkan perlindungan keuangan.
“Keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan sangat menentukan rasa aman dan ketenangan di masa depan. Oleh karena itu, literasi keuangan perlu dibangun secara praktis, relevan, dan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Dewi.