INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Mandiri Tbk merasa lega adanya revisi ke bawah proyeksi pertumbuhan kredit oleh Bank Indonesia (BI). Bank Mandiri dapat bernafas lega karena pertumbuhan kredit bank plat merah ini tidak mampu tumbuh double digit.
BI sebelumnya menetapkan kredit sebesar 10-12%, kemudian direvisi menjadi 8-10% hingga akhir tahun.
“Pertumbuhan kredit kita sekitar 7% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10%, saya kira tepat Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan kredit perbankan secara nasional,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Meskipun pertumbuhan kredit secara nasional akan turun dari proyeksi awal, lanjut dia, penyaluran kredit perbankan rata-rata Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh lebih agresif terhadap bank swasta lainnya. “Lihat bank pemerintah agresif, yang swasta hati-hati, ini juga isu demant yang lumayan seperti sector consumer di mobil dan rumah, namun Small Medium Enterpresie bekum kuat,” katanya.
Ia menyakini pertumbuhan kredit perbankan hanya mampu tembus 10%, sesuai batas atas proyeksi BI. Inipun terbantu oleh adanya membaiknya pertumbuhan ekonomi. Ia juga mendorong pemerintah untuk tetap menyalurkan program bantuan sosial agar ekonomi tetap stabil.
“Pelonggaran enggak hanya moneter, ril juga. Sector riil, seperti sawit, batu bara membaik ada impactke ke daya beli. Program bantuan sosial PKH, Rastra dan daya beli dari level bawah,” katanya.