INDUSTRY.co.id -Jakarta-Bank Mandiri Tbk belum mau menurunkan bunga kredit pada saat ini karena harus menunggu turunnya bunga dana terlebih dahulu, padahal Bank Indonesia (BI) telah menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) sebesar 25 basis poin. Di mana, bulan sebelumnya BI 7-day RR Rate berada pada posisi 4,75 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penurunan bunga dana akan dilihat dalam beberapa builan kedepan.Mengenai kredit, ia mengungkapkan sudah menurunkan ke single digit, meskipun belum mau menurunkan lagi setelah bunga acuan kembali turun.
“Bunga dana kemungkinan turun 50 bps akhir tahun, turnnya enggak drastic, karena kita lihat pergerakan bond,” kata dia di Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Ia mengatakan kredit KPR sudah 7%, kredit mobil 6,75%, kredit ini berasal dari sektor consumer.
Di triwulan II 2017, pertumbuhan kredit Mandiri sebesar 11,6 persen telah memacu pendapatan bunga bersih yang naik enam persen menjadi Rp25,7 triliun. Namun, marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) Mandiri turun menjadi 5,8 persen dari 6,2 persen karena turunnya suku bunga dana.
Selain pendapatan bunga bersih, Mandiri juga menikmati pendapatan berbasis komisi atau "fee based income" yang tumbuh 18,5 pesen (yoy) menjadi Rp10,9 triliun pada akhir Juni.
Rasio kredit bermasalah (NPL) Mandiri turun tipis menjadi 3,82 persen (gross) pada Juni 2017, perseroan masih hati-hati dalam menyalurkan kredit terutama untuk sektor logam, dan batu bara. Biaya provisi pun masih tinggi dengan kenaikan 12 persen menjadi Rp21,8 triliun.