INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank DKI membidik potensi PNS dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan beberapa vendor pemerintah provinsi DKI Jakarta, untuk dapat menggunakan kartu kredit Bank DKI hasil co branding dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Advertisement

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan untuk target permulaan akan dipatok tujuh ribu nasabah kartu kredit hingga akhir tahun. Meskipun masih co branding dengan BNI, ia optimis produk terbaru pihaknya dapat diakses pegawai negeri khususnya.

"Sebetulnya pasar ada pegawai negeri jumlah banyak 72 ribu , BUMD yang ada  23 nanti yang  aktif 18 BUMD masih ada potensi vendor pemprov ini diharapkan sebagai komplemen mereka," kata dia di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Advertisement

Ia melihat adanya kuliner dan traveler, merupakan lapangan emas bagi bank penerbit kartu kredit. Masyarakat diperkirakan mau yang simple dalam pembayaran. "Kartu kredit paling tepat adanya promo baik di kalangan traveler dan pecinta kuliner," katanya.

Diketahui , rasio NPL Bank DKI terus membaik secara signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. NPL Gross Bank DKI per Juni 2017 tercatat pada 4,73%, jauh membaik dari posisi 7,77% per Juni 2016. Membaiknya rasio NPL tersebut didorong upaya penagihan kredit secara intensif, lelang eksekusi, pengambilalihan agunan, restrukturisasi kredit, dan hapus  buku. 

Advertisement

Sebagai dampak dari perbaikan proses kredit, penyaluran kredit Bank DKI mulai menunjukkan pertumbuhan dari Rp24,87 triliun per Desember 2016 menjadi Rp25,52 triliun per Juni 2017. Pada semester II 2017, Bank DKI akan lebih gencar menyalurkan kredit sesuai dengan target dalam Rencana Bisnis Bank ujar Kresno.    

Total asset Bank DKI tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 23,3% dari 38,34 triliun per Juni 2016 menjadi sebesar Rp47,26 triliun per Juni 2017. Dana Pihak Ketiga Bank DKI yang tumbuh 28,5% dari Rp27,56 triliun per Juni 2016 menjadi Rp35,41 triliun per Juni 2017. 

Advertisement

Pertumbuhan dana pihak ketiga ini didorong oleh pertumbuhan dana murah yang meningkat dimana tabungan Bank DKI per semester I 2017 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 15% dari Rp6,21 triliun per Juni 2016 menjadi Rp7,14 triliun per Juni 2017. Giro meningkat sebesar 20,09% dari Rp7,87 triliun per Juni 2016 menjadi Rp9,51 triliun per Juni 2017.