INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa Pemerintah terus memperkuat sinergi antara sektor ritel dan pariwisata guna mendorong belanja dalam negeri sekaligus mengangkat produk lokal. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan BINA Indonesia Great Sale 2025, yang digelar bersama Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Melalui integrasi wisata dan belanja, serta optimalisasi berbagai insentif seperti tax refund, program ini diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama wisata belanja.
BINA Indonesia Great Sale 2025 menargetkan nilai transaksi hingga Rp30 triliun, sebagai langkah konkret dalam pengembangan wisata belanja sekaligus penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Mengusung tema “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia”, kegiatan ini merupakan pekan belanja nasional yang memadukan aktivitas berwisata dan berbelanja di berbagai destinasi dalam negeri. Acara ini akan berlangsung serentak pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Program ini didukung oleh 412 pusat perbelanjaan, melibatkan 23 mitra industri di 24 provinsi, serta menghadirkan 65 paket wisata yang dapat dinikmati masyarakat.
Dipimpin oleh Kementerian Pariwisata dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BINA Indonesia Great Sale menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi, menghidupkan destinasi wisata, serta menggerakkan perjalanan wisatawan nusantara.
Dengan target transaksi Rp30 triliun yang berasal dari ratusan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, Menpar Widiyanti pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.
"Selama Indonesia Great Sale berlangsung, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para ibu, untuk belanja di Indonesia saja," pungkas Menpar Widiyanti.