INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Perwira muda Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Ipda M. Haidar Yaafi, S.Tr.K., M.Sc., kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi Indonesia di kancah internasional. 

Haidar sukses menyelesaikan pendidikan magister di Inggris Raya dengan predikat akademik tertinggi, sekaligus memperkenalkan isu kemacetan Indonesia ke forum ilmiah dunia.

Lulusan Akademi Kepolisian ini resmi merampungkan studi Master of Science in Transport Planning and Engineering di University of Edinburgh, Skotlandia—universitas yang termasuk jajaran kampus elite global. Ia dinyatakan lulus dengan nilai Distinction, predikat yang setara dengan Cumlaude di sistem pendidikan Indonesia.

Kesuksesan Haidar menembus pendidikan tinggi kelas dunia bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Sejak masa sekolah dasar, ia telah menunjukkan konsistensi akademik yang kuat. Ia tercatat sebagai peraih nilai Ujian Nasional tertinggi di daerahnya serta aktif berorganisasi, termasuk menjadi bagian dari kegiatan Pramuka dan beberapa kali mewakili Indonesia di forum internasional.

Pada jenjang SMA, Haidar terpilih mengikuti program pertukaran pelajar selama satu bulan di Australia. Langkah itu kemudian berlanjut ketika ia bergabung sebagai Taruna Akademi Kepolisian, lulus sebagai perwira Polri, dan akhirnya mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan magister di Inggris.

Dalam studi akhirnya, Haidar memilih topik yang dekat dengan tantangan besar Indonesia: penanganan kemacetan di kota-kota besar. Menurutnya, kemacetan adalah isu multidimensi yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah infrastruktur jalan.

Haidar mengidentifikasi tiga pilar utama reformasi lalu lintas, yaitu: Kebijakan penggunaan kendaraan, Penguatan kualitas dan aksesibilitas transportasi umum, serta perubahan budaya dan perilaku berkendara masyarakat.

“Pendekatan Transport Planning and Engineering memberikan sudut pandang holistik, menggabungkan teknologi, kebijakan, dan aspek sosial,” kata Haidar.

Riset tersebut diharapkan dapat berkontribusi langsung pada transformasi kebijakan lalu lintas nasional.

Usai menyelesaikan studinya, Ipda Haidar dikabarkan mulai merumuskan roadmap strategis yang akan membantu Korlantas Polri menghadapi tantangan lalu lintas modern. 

Dengan pengalaman akademik internasional dan latar belakang operasional kepolisian, pendekatan yang ia bawa dinilai mampu memperbarui strategi penanganan kemacetan di Indonesia.

Hadirnya generasi muda seperti Haidar memberi harapan baru bagi upaya reformasi transportasi nasional yang lebih berbasis data, riset, dan praktik terbaik dunia.