INDUSTRY.co.id-Jakarta - Sebanyak 57 pemerintah daerah meraih Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah. Ajang apresiasi kerja sama Tempo dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini berlangsung di Hotel Borobudur pada Senin, 1 Desember 2025.

Advertisement

Para pemenang itu terdiri atas 19 pemerintahan tingkat provinsi, 19 pemerintahan tingkat kabupaten, dan 19 pemerintahan tingkat kota. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, gembira karena dapat memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencapai hasil nyata.

“Apresiasi ini sebagai bagian dari upaya kita untuk membentuk iklim kompetitif antardaerah,” kata Tito. “Bapak dan Ibu kepala daerah ini dipilih oleh rakyat. Kami ingin mendorong dan memotivasi rekan-rekan kepala daerah untuk memenuhi harapan rakyat.”

Advertisement

Kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, menurut Tito, semestinya memiliki legitimasi yang kuat. Namun yang terjadi di lapangan, dia melanjutkan, ada kepala daerah yang belum genap setahun menjabat sudah diprotes oleh masyarakat, bahkan hendak dimakzulkan.

Tito berharap apresiasi ini mampu memotivasi sekaligus memperkuat legitimasi para kepala daerah. Dia juga mengaku puas karena kategori yang dipertandingkan adalah pekerjaan utama kepala daerah.

Advertisement

Untuk diketahui, terdapat sembilan kategori penilaian dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025. Pertama, Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; kedua, Pengendalian Inflasi; ketiga, Penanggulangan Kemiskinan; keempat, Perbaikan Akses Layanan Pendidikan; kelima, Penyerapan Tenaga Kerja. Keenam, Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan; ketujuh, Pertumbuhan Ekonomi Pertambangan dan Olahannya; kedelapan, Pertumbuhan Ekonomi Non-Pertambangan dan Olahannya; dan kesembilan Penurunan Ketimpangan Kesejahteraan Masyarakat.

“Proses seleksinya juga sudah cukup fair, karena ada pengelompokan antara daerah dengan kemampuan fiskal tinggi, sedang, dan rendah,” ucapnya. “Bagi Bapak Ibu yang telah menerima apresiasi, saya mengucapkan terima kasih. Silakan berkarya dan memotivasi daerah lain.”

Advertisement

Direktur Utama Tempo Media Group, Arif Zulkifli, mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri karena telah menggandeng Tempo dalam memikirkan peningkatan kapasitas kepala daerah. “Kami melakukan pengumpulan, analisis, kurasi, dan penilaian data,” kata Arif yang juga menjadi Dewan Pengarah Penilaian dalam apresiasi ini.

Arif menjelaskan, banyak sekali data yang diterima dari kementerian/lembaga, di antaranya Kemendagri, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Komisi Informasi Publik, dan lainnya.

Selain menganalisis data, Pusat Data Analisis Tempo (PDAT) membuat kategori daerah dengan kemampuan fiskal tinggi, sedang, dan rendah. “Supaya penilaiannya apple to apple,” ucap Arif seraya mengucapkan selamat kepada para peraih Apreiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kementerian dan lembaga yang telah memasok data.”

Apresiasi Berupa Insentif

Pada kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan rencana apresiasi pada 2026 dengan hadiah yang lebih menarik, yakni berupa insentif. “Tahun depan anggaran Kemendagri Rp 7,8 T kalau tidak dirasionalisasi lagi,” ucap Tito. “Dari angka itu, Rp 1 triliun tidak saya gunakan karena untuk teman-teman kepala daerah yang berkinerja baik.”

Dia mencontohkan, misalkan nanti ada insentif senilai Rp 5 miliar untuk daerah-daerah yang mampu mengendalikan inflasi, daerah dengan pengelolaan sampah terbaik, atau ide apapun yang dapat dipertandingkan antar-daerah. Jika pemerintah daerah berlomba-lomba untuk memberikan kinerja terbaiknya, menurut Tito, maka akan terjadi kemajuan di seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia ini negara besar. Tidak cukup usaha pemerintah pusat saja, melainkan harus bersama pemerintah daerah,” katanya. “Kalau semua bergerak bersama, full speed, maka kita akan maju bersama.”

Itu sebabnya, Tito berpesan kepada pemerintahan daerah yang belum mendapatkan penghargaan agar berlomba. “Karena tugas utama kepala daerah adalah menunjukkan kinerja terbaik untuk masyarakat,” katanya. Bonusnya, menurut Tito, menaikkan atau setidaknya menjaga elektabilitas.