INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Mandiri Tbk sebentar lagi akan berbagi pasar uang elektronik terutama di pintu gerbang tol. Pada OKtober 2017, jalan tol wajib menggunakan uang elektronik. Ada 10 bank penerbit uang elektronik yang siap bersaing dengan Bank Mandiri.

Analis Pefindo Hendro Utomo mengatakan, keberadaan integrasi uang elektronik untuk taping di Jalan tol, diperkirakan tidak akan negative terhadap kinerja keuangan bank plat merah tersebut.

Rencana kewajiban, memang benar dalam waktu dekat, penggunaan pembayaran transaksi jalan tol, yang mana sekarang sebagian besar transaksi elektronik menggunakan layanan mandiri. Bank lain sudah partisipasi, Seandainya diwajibkan menggunakan elektronik payment, menurut saya tidak negatif. Dalam pengamatan kami, penggunaan kartu elektronik di tol terbatas,” kata dia di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Tidak negatifnya kinerja Bank Mandiri lanjut Hendro karena kontribusi payment jalan tol ke perseroan terbilang masih kecil, sehingga tidak mengganggu kinerja keuangan secara keseluruhan.

Tercatat akhir 2016, nilai transaksi uang elektronik yang digunakan di tol sebesar  Rp 2,58 triliun per tahun atau tumbuh 92% dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp 1,34 triliun. Adapun total GTO Bank Mandiri saat ini mencapai 587 unit dengan total gardu 1.458 unit di sejumlah ruas jalan tol.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan bank penerbit, dalam jangka pendek tidak akan mendapatkan fee base income yang signifikan.“Kami tidak kawatir pangsa pasar segmen tersebut tergerus jika diberikan ijin transaksi jalan tol kepada bank lain karena kue besar,” jelas dia.