INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, belum lama ini membagikan panduan mengenai etika berwisata melalui akun Instagram resminya, @niluhpuspa. Panduan tersebut berisi hal-hal yang boleh (do’s) dan tidak boleh (don’ts) dilakukan wisatawan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

"Berwisata tidak hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang menghargai tempat yang kita kunjungi dan orang-orang di sekitarnya. Untuk menciptakan perjalanan yang nyaman serta meninggalkan kesan positif, setiap wisatawan perlu memahami etika dan tanggung jawab selama berada di destinasi wisata," kata Wamen Ni Luh Puspa seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id, pada Minggu (16/11/2025).

Ia juga menegaskan pentingnya perilaku yang baik selama berwisata. "Pengalaman wisata yang menyenangkan bukan hanya ditentukan oleh keindahan tempat, tetapi juga oleh sikap dan perilaku pengunjung. Dengan memahami beberapa hal penting, kita dapat menjaga kenyamanan bersama sekaligus melestarikan lingkungan serta budaya lokal," tambahnya.

Adapun panduan Do’s & Don’ts yang perlu diperhatikan wisatawan meliputi:

DO’S Selama Berwisata

1. Membawa Barang Penting dengan Cermat

Menyiapkan barang esensial seperti tiket, uang, ponsel, kamera, dan perlengkapan lainnya untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman.

2. Menghormati Budaya Lokal dan Penduduk Setempat

Setiap daerah memiliki adat istiadat berbeda, sehingga wisatawan perlu menyesuaikan sikap agar tetap sopan serta menghargai tradisi.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan tidak meninggalkan jejak yang merusak destinasi.

4. Berpakaian Sesuai Lokasi Wisata

Menggunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan tempat yang dikunjungi sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.

DON’TS Selama Berwisata

1. Mengambil Barang dari Alam atau Situs Sejarah

Menghindari mengambil benda apa pun dari alam maupun situs bersejarah demi menjaga kelestarian ekosistem dan nilai sejarah.

2. Berbicara dengan Keras atau Berisik

Menjaga volume suara di tempat ibadah atau ruang publik yang membutuhkan ketenangan.

3. Merusak atau Mengotori Tempat Wisata

Menghindari tindakan seperti mencoret tembok, memanjat monumen, atau merusak fasilitas yang ada.

4. Mengabaikan Aturan dan Petunjuk

Mematuhi setiap aturan di lokasi wisata, terutama di area alam yang membutuhkan kewaspadaan demi keselamatan.

Pada akhir unggahannya, Wamen Ni Luh Puspa menekankan pentingnya praktik wisata yang bertanggung jawab.

"Dengan menerapkan Do’s & Don’ts tersebut, pengalaman wisata akan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Wisata yang baik adalah wisata yang meninggalkan kenangan indah tanpa merusak lingkungan maupun budaya setempat," ujarnya.