INDUSTRY.co.id - Jakarta-Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini (21/8/2017) menerima kunjungan dari Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung di Kantor Kemenperin, Jakarta.
"Dalam pertemuan tersebut mereka mempresentasikan program KIARKOD. Presentasi ini dalam rangka Penghargaan Kompetisi Industri Pelayanan Pubkik B4T di Kementerian Perindustrian," ungkap Airlangga Hartarto.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian berhasil meraih tiga penghargaan inovasi pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yakni Biro Hukum dan Organisasi Kemenperin, SMK-SMTI Banda Aceh, serta Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung.
Program inovasi KIARKOD yang diterapkan B4T Bandung dinilai inovatif dan kreatif karena menggunakan pendekatan yang berbeda dengan sistem informasi pelayanan publik lainnya. Sebagai tanda unik, disetiap bukti pembayaran diberikan QRCode sehingga valid serta meningkatkan rasa aman dan kepercayaankepada para pelanggan.
"Dengan didukung Sistem Informasi Pelayanan Jasa B4T (SIPEJAB4T), kemampuan KIARKOD diantaranya adalah waktu penelusuran informasi order oleh pelanggan rata-rata berkurang dari 30 menit menjadi hanya 2 detik, biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan hanya menghabiskan 50 Kb kuota internet setara dengan Rp.50 dari sebelumnya rata-rata Rp3000 melalui sambungan telepon lokal, serta informasi yang diterima pelanggan lebih transparan, detail dan akuntabel," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala B4T, Budi Susanto juga memperlihatkan hasil karya B4T Bandung berupa power house bertegangan 220V.
Selain power house, B4T Bandung telah menghasilkan litbangyasa unggulan antara lain komposit untuk komponen kereta api seperti plat penyambung antar rel dan blok rem, produk pembangkit energi seperti panel surya dan baterai listrik, produk konverter kit, baterai lithium untuk perangkat elektronik serta prototipe power bank.
Ketika melakukan kunjungan kerja ke B4T pada Agustus 2016, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengajak pelaku industri berbasis teknologi untuk memanfaatkan hasil penelitian, pengembangan dan rekayasa (litbangyasa) dari lima Balai Besar yang dimiliki oleh Kementerian Perindustrian di Bandung.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar menyampaikan, aktivitas litbangyasa B4T Bandung memfokuskan pengembangan daya saing beberapa produk industri prioritas, diantaranya Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam; Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri; Industri Alat Transportasi; serta Industri Pembangkit Energi.
"Hal tersebut sesuai imbauan Menperin, agar para pelaku industri kecil dan menengah ikut juga memanfaatkan hasil inovasi dari B4T Bandung," pungkasnya