INDUSTRY.co.id - Jakarta — Setelah resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada 8 Oktober 2025, Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST 2025) berlanjut dengan kegiatan penuh inspirasi di hari kedua. 

Advertisement

Mengusung tema “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem modest fashion Indonesia yang beretika, berkelanjutan, dan siap bersaing di pasar global.

Hari kedua IN2MOTIONFEST 2025 menjadi ajang pertemuan antara lebih dari 100 artisan wastra lokal dengan desainer serta brand modest fashion dari dalam dan luar negeri melalui program Business Matching Wastra. 

Advertisement

Program ini mempertemukan karya terbaik seperti batik, tenun, songket, ulos, tapis, lurik, jumputan, dan sasirangan, hasil karya UMKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian/Lembaga, dengan para pelaku industri fashion modern.

Tujuannya adalah untuk membuka peluang kolaborasi kreatif yang dapat mengangkat potensi wastra Indonesia menjadi busana siap pakai dengan nilai ekonomi tinggi dan keberlanjutan lingkungan.

Advertisement

Salah satu agenda utama hari kedua adalah seminar “Re-Code Modest Fashion Innovation with Forecasting 26/27”, yang menghadirkan narasumber terkemuka seperti Dina Midiani, Weda Githapradana, dan Rahayu Budhi Handayani.

Dina Midiani menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memberikan panduan perubahan tren global yang berakar pada dinamika sosial, budaya, dan kesadaran terhadap keberlanjutan. “Tren ini penting bagi pelaku industri *modest fashion* untuk meningkatkan nilai jual, diversifikasi produk, serta memperluas jaringan pasar,” ungkapnya.

Advertisement

Sebagai bentuk konkret, hasil dari riset ini dituangkan dalam buku “Modest Fashion Trend Forecasting (MFTF): Recode 2026/2027” yang diterbitkan atas dukungan Bank Indonesia. Buku ini tidak hanya menjadi panduan estetika, tetapi juga strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia berbasis ekonomi kreatif dan prinsip syariah.

Panggung fashion show hari kedua menampilkan 1785 koleksi modest fashion dari 214 desainer dan brand nasional maupun internasional. Sejumlah karya unggulan ditampilkan oleh Batik Martadireja, Elfira Hehanussa, Gita Orlin, House of Abhiee, Rika Mulle, Rumah Rahma, hingga Salwa Tanara x Rhamala.

Sekolah mode ternama seperti Binus University, ISBI Bandung, Telkom University x KEKEAN, dan Universitas Ciputra turut memperlihatkan kreativitas generasi muda dalam mengolah wastra tradisional menjadi karya modest fashion yang kontemporer.