INDUSTRY.co.id - Kuala Lumpur — Sebuah babak baru dalam dunia kompetisi pria resmi dimulai. Beam Artistes, agensi bakat dan penyelenggara acara internasional, meluncurkan Masters of the World (MOTW) 2025, ajang yang dirancang untuk merayakan kekuatan sejati pria — bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari ketahanan mental dan kedalaman emosi.

Peluncuran edisi perdana MOTW berlangsung dalam suasana hangat di Ombak Kitchen, Setapak, Kuala Lumpur, dihadiri para tamu kehormatan, sponsor, dan perwakilan media. Dengan konsep yang unik, ajang ini diharapkan menjadi gerakan global yang menginspirasi pria untuk memimpin dengan hati dan ketulusan.

Dalam pidato pembukaannya, Samuel Seow, Pendiri sekaligus CEO Beam Artistes, menegaskan bahwa Masters of the World bukan sekadar kontes, tetapi sebuah pergerakan yang mendefinisikan ulang makna kepriaan sejati.

“Saya telah melalui masa-masa penuh kemenangan dan cobaan. Setiap luka memberi pelajaran, setiap kegagalan memperkuat keyakinan saya. Dari semua itu saya belajar, sebelum menguasai dunia, seorang pria harus belajar menguasai dirinya sendiri,” ungkap Seow.

Menurutnya, setiap fase kehidupan pria — dari jatuh bangun, kehilangan, hingga kebangkitan — adalah perjalanan pembentukan karakter. “Kita tidak dilahirkan untuk sempurna, tetapi untuk terus belajar. Itulah kekuatan seorang pria sejati,” tambahnya.

Menariknya, Masters of the World 2025 tidak membatasi usia peserta. Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu MASTER dan ELITE, yang mempertemukan 16 pria inspiratif dari 12 negara — termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Myanmar, Taiwan, India, Afrika Selatan, Kroasia, dan Yunani.

Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Yu Cheng Chao, delegasi tertua berusia 71 tahun asal Taiwan. Profesor sekaligus pengusaha ini menjadi simbol bahwa keteguhan dan semangat hidup tidak mengenal batas usia.

Puncak kompetisi digelar pada 20 Oktober 2025 di Starlight Arena @ Plaza 51, Petaling Jaya, di mana para finalis menunjukkan bukan hanya penampilan, tetapi juga nilai kepemimpinan dan penguasaan diri.

Masters of the World bertujuan untuk menginspirasi pria dari seluruh dunia agar mampu bangkit dari masa lalu, membangun kembali kehidupan, dan menjadi sosok yang memimpin dengan kasih serta keteladanan.

“Ketika pria belajar menguasai pikirannya dan mengendalikan egonya, ia menjadi kekuatan bagi kebaikan. Bila banyak pria melakukan hal itu bersama-sama, kita bisa benar-benar menguasai dunia,” ujar Seow.

Ajang ini menjadi ruang bagi para pria dari berbagai latar belakang untuk menyampaikan pesan penting: penguasaan diri adalah bentuk kekuatan tertinggi.