INDUSTRY.co.id - Gunungkidul, DIY — Festival Literasi untuk Kesejahteraan 2025 resmi ditutup dengan semangat besar untuk menguatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat. 

Kegiatan yang berlangsung lima hari sejak 19 September ini menyoroti peran perpustakaan dalam menginspirasi perubahan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menegaskan bahwa literasi merupakan modal insani penting dalam pembangunan nasional. “Kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada kemampuan literasi. Itu sebabnya literasi menjadi faktor fundamental dalam mewujudkan transformasi sosial dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya pada Selasa (23/9).

Adin juga menyinggung era digital dan kecerdasan buatan yang kini hadir sebagai tantangan sekaligus peluang. “Budaya baca dan literasi harus ditanamkan sejak usia dini, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak hingga usia emasnya,” tambahnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa literasi hari ini melampaui sekadar membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, hingga memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi buku. “Kini perpustakaan menjadi pusat pengetahuan, ruang belajar sepanjang hayat, dan wadah kolaborasi masyarakat,” jelas Endah, yang juga baru dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Gunungkidul.

Hingga saat ini, tercatat 65 dari 144 perpustakaan kelurahan di Gunungkidul sudah menerapkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Kisworo, menegaskan perlunya perpustakaan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah strategi agar perpustakaan tetap relevan sekaligus membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Berbagai kegiatan edukasi digelar dalam penerapan TPBIS, mulai dari sosialisasi bahaya pinjaman dan judi online, pelatihan membatik, hingga keterampilan membuat cerimping dari gedebog pisang oleh kelompok PKK. Ada juga talkshow mengenai kopi dan aktivitas kreatif lain yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian acara, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, turut hadir menyerahkan hadiah lomba bertutur, resensi buku, hingga konten video literasi. Kehadirannya menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus menghidupkan budaya baca di Gunungkidul.