INDUSTRY.co.id - Jakarta – Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, angka kecelakaan kerja nasional pada 2024 mencapai 462.241 kasus, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar. Situasi ini memperkuat urgensi penggunaan peralatan berstandar keselamatan untuk meminimalkan risiko kerja di lapangan.
Sementara itu, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memproyeksikan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru di bidang kelistrikan, kondisi ini menuntut ketersediaan peralatan kerja yang tidak hanya efisien tetapi juga memenuhi standar keselamatan tinggi. Merespons hal tersebut, Bosch Indonesia melalui Divisi Power Tools meluncurkan alat penguji tegangan listrik non-kontak GVD 1000-17 Professional serta 36 tipe alat manual berinsulasi bersertifikasi VDE di ajang Electrical & Power Indonesia 2025.
Fokus pada Efisiensi dan Perlindungan
Edwin Irawan, Country Business Director Bosch Power Tools Indonesia, menegaskan bahwa teknisi lapangan menghadapi tantangan instalasi kompleks dan tenggat ketat. “Mengandalkan peralatan yang aman dan sesuai standar keselamatan menjadi cara untuk menjaga efisiensi sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Produk GVD 1000-17 Professional dirancang untuk mendeteksi tegangan 24 V hingga 1.000 V AC dengan sensitivitas tinggi pada level rendah. Perangkat ini memiliki peringkat keamanan CAT IV 1000 V serta perlindungan IP67, yang menjadikannya tangguh terhadap debu, air, hingga benturan dari ketinggian dua meter.
Fitur bawaan yang mendukung produktivitas teknisi seperti senter dan klip sabuk menambah kepraktisan, khususnya saat bekerja pada area minim cahaya. Selain itu ada fitur self-test otomatis yaitu proses pengujian dan verifikasi fungsi perangkat setelah instalasi setiap lima detik sekali.
Kevin Krisna Sadeli, Marketing Manager for Measuring Tools Bosch Indonesia, menjelaskan “GVD 1000-17 Professional juga memiliki peringkat keamanan CAT IV 1000 V, menandakan standar keamanan tertinggi untuk alat ukur listrik yang mampu menangani tegangan hingga 1.000 volt. Perangkat ini dilengkapi indikator ujung yang menyala dalam warna merah, oranye, atau hijau, serta disertai bunyi bip dan getaran, sehingga teknisi dapat mendeteksi adanya tegangan dengan lebih jelas dan meminimalkan risiko kesalahan di lapangan.” jelasnya.
Rangkaian Alat Manual Insulasi
Selain perangkat penguji tegangan, Bosch memperkenalkan 36 tipe alat manual berinsulasi bersertifikasi VDE dengan perlindungan hingga 1.000 V tegangan AC (alternating current) dan atau 1.500 tegangan DC (direct current) . Produk ini mencakup obeng berbagai tipe, tang multifungsi, serta kunci pas berbahan baja krom vanadium.
Seluruh rangkaian dirancang dengan gagang ergonomis, warna merah–kuning berstandar VDE untuk visibilitas tinggi, serta kompatibilitas dengan sistem penyimpanan Bosch L-BOXX. Edwina Fitri Ardlina, Marketing Manager Bosch Accessories Indonesia, menekankan bahwa penggunaan alat manual sesuai standar menjadi kunci pencegahan kecelakaan. “Produk ini hadir untuk menjaga efektivitas kerja teknisi sekaligus menekan potensi risiko bahaya listrik di lapangan,” jelasnya.
Kehadiran produk baru ini memperkuat posisi Bosch sebagai penyedia solusi industri kelistrikan yang berfokus pada keselamatan dan produktivitas kerja. Dengan kombinasi inovasi teknologi pengukuran dan kelengkapan manual bersertifikasi, Bosch menargetkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar kerja teknisi listrik di Indonesia