INDUSTRY.co.id - Bogor, Gelaran The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025 resmi melahirkan juara baru di dua kategori: beregu dan individual. Turnamen golf bergengsi yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club ini kembali menyuguhkan drama kompetitif dengan atmosfer profesional yang dinikmati para peserta, baik dari kalangan pegolf profesional maupun amatir.

Pasangan profesional asal Australia, Darcy Brereton, bersama amatir Indonesia, Sofjan Arsad, sukses menyodok ke papan atas klasemen dan keluar sebagai juara kategori beregu. Mereka mengalahkan dua tim tangguh: pasangan Shahriffuddin Ariffin/Sholihuddin dan Carl Jano Corpus/Liong Santoso, meskipun ketiga tim sama-sama membukukan total skor -28.

Kemenangan ditentukan melalui hitungan skor beregu akumulatif harian, di mana konsistensi skor -9, -10, dan -9 menjadi kunci kemenangan Brereton/Sofjan.

“Untuk hari ini, kami benar-benar melakukan hal yang luar biasa. Kami tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pro saya (Brererton) bilang kondisi cuaca (yang berangin) hari ini agak berat. Syukurlah, dari posisi ke-11 (2 sehari sebelumnya), lalu naik. Kami akhirnya bisa menjadi juara 1,” kata Sofjan.

“Saya selalu ikut turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura dari pertama. Saya ikut karena saya suka. Ada kesempatan langka main dengan profesional. Saya mau belajar banyak dengan pro. Saya lihat penyelenggaraan turnamen ini luar biasa. Ini membuat saya terkesan dan selalu ingin ikut turnamen ini,” tambahnya.

Sementara itu, di kategori individual, pegolf Thailand Nopparat Panichphol keluar sebagai juara setelah melalui pertarungan sengit di babak play-off empat hole melawan pegolf Taiwan, Su Ching-hung. Keduanya sama-sama mencatatkan skor total 198 atau -15 setelah tiga ronde.

Drama play-off akhirnya dimenangkan Nopparat di hole keempat saat ia berhasil mencetak par, sedangkan Su harus puas dengan bogey.

"Di hole pertama, saya tidak terlalu jauh, tapi dia sudah dekat dengan pin. Saya pikir dia akan menang, tapi dia gagal melakukan putt. Di hole kedua, ketiga, dan terakhir, saya memukul ke tempat yang sama. Jarak yang sama, 100 yard melawan angin, dengan (posisi) pin di belakang, saya harus mengganti club dan menambahkan sedikit,” jelas Nopparat.

Gelar ini menjadi kemenangan kedua bagi pegolf berjuluk “Eda” tersebut di tur Asian Development Tour (ADT), setelah sebelumnya menang di ADT Players Championship 2024.

Pegolf andalan Indonesia, Naraajie Emeralda Ramadhanputra, juga tampil solid meskipun harus puas berbagi posisi T3. Dengan total skor -14 (199), ia bersanding dengan Finlay Mason dan Carl Jano Corpus.

“Hari ini slow start. Setelah birdie di 2 hole pertama, kena bogey lagi di 2 hole berikutnya. Sempat bertahan di beberapa hole. Kemudian birdie di hole 10, lalu ditambah 2 birdie lagi. Kondisi angin hari ini membuat permainan saya berubah-ubah. Ini yang membuat saya bingung,” kata Naraajie.

“Namun, saya cukup puas dengan result selama 3 hari ini. Ada peningkatan setelah di Indonesia Open, lalu di sini. Walaupun belum sampai juara, overall cara saya mengatasi kondisi di lapangan dan juga diri sendiri semakin membaik. Jadi, saya merasa hasil ini sangat baik,” tambah pegolf yang sudah meraih 3 gelar ADT itu.

Turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura telah menjadi platform penting bagi para pegolf Indonesia, terutama amatir, untuk merasakan atmosfer kompetisi profesional.

“Combiphar telah mensponsori 8 kali turnamen ADT. Bersama Pak Agung (Budiman, President Director Gunung Geulis Country Club), kami berkomitmen untuk mengembangkan golf di Indonesia. Kami berharap, dengan event ini, semakin banyak pemain profesional Indonesia yang enjoy dan menjadi juara,” jelas Michael Wanandi, President Director Combiphar.

“Kami coba untuk grow the game dan menyediakan platform untuk pro-pro kita agar kita punya turnamen dan mereka bisa bertanding. Tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Ini format baru: pro dan amatir bermain bersama,” kata Agung Budiman, President Director Gunung Geulis Country Club.

“Keikutsertaan Nomura di event ini adalah mendorong gairah kompetisi golf di Indonesia. Semangat ini bisa kami saksikan dalam 3 tahun terakhir ini,” tambah Hitoshi Kawamura, President of Nomura Singapore.

Turnamen ini menunjukkan bahwa kerja sama antara sponsor, venue, dan komunitas golf dapat membuka jalan bagi lahirnya bakat-bakat baru, baik dari kalangan profesional maupun amatir, untuk terus berkembang dan bersaing di level regional dan internasional.