INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan tenaga kerja yang memahami sistem manajemen bisnis terintegrasi, GETI Incubator meluncurkan program Sertifikasi ERP – Manajemen Bisnis dan Retail berlisensi BNSP.
Program ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai pengalaman praktis menggunakan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) sebagaimana yang diterapkan di perusahaan dunia nyata.
“Kami kolaborasi dengan Odoo dan MonsoonSIM agar peserta dapat pengalaman ERP dunia nyata,” ungkap Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator, dalam wawancara khusus. Ia menegaskan bahwa tantangan utama pelatihan ERP selama ini adalah kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dan praktik di lapangan.
Program GETI menggabungkan dua pendekatan: pertama, simulasi bisnis menggunakan MonsoonSIM untuk memahami alur proses bisnis secara menyeluruh dalam bentuk permainan edukatif; kedua, praktik langsung menggunakan platform ERP Odoo yang banyak dipakai perusahaan kecil hingga menengah di Indonesia dan dunia. Kombinasi ini memungkinkan peserta memahami logika bisnis sekaligus keterampilan teknis dalam satu rangkaian pelatihan.
Laporan ERP Market in Indonesia 2025 yang dirilis oleh Statista menyebutkan bahwa adopsi ERP di kalangan UKM di Indonesia terus meningkat, dengan lebih dari 43% perusahaan retail dan distributor menargetkan penerapan ERP dalam dua tahun ke depan. Namun, hanya sekitar 18% lulusan baru yang menyatakan pernah berinteraksi langsung dengan sistem ERP selama masa studi mereka, menurut survei dari ASEAN Digital Talent Development Report.
GETI menjawab kesenjangan ini dengan metode TauBisaJago, yang mengarahkan peserta untuk memahami dasar-dasar ERP (tau), melatih penggunaan modul dan pengambilan keputusan berbasis data (bisa), lalu menerapkan dalam proyek simulasi dan studi kasus nyata (jago). Fase inkubasi selama satu bulan menjadi bagian penting di mana peserta diminta menjalankan proyek ERP dengan skenario riil, baik untuk usaha fiktif maupun UMKM binaan.
Program ini telah diadopsi oleh beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Raharja, UI Vokasi, Swiss German University, dan UPN. Sertifikasi ini juga telah dimasukkan ke dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di kampus mitra, menambah nilai kompetitif lulusan di dunia kerja, khususnya di bidang manajemen operasional, retail, dan supply chain.
Hingga pertengahan tahun 2025, lebih dari 700 peserta telah tersertifikasi, dan sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa bisnis, IT, hingga pelaku usaha ritel yang ingin mengelola perusahaannya dengan sistem digital.
Rachmat menambahkan bahwa keberhasilan peserta bukan hanya dilihat dari kelulusan sertifikasi, tetapi dari seberapa cepat mereka dapat memahami dan mengoperasikan sistem ERP dengan percaya diri. “Banyak peserta yang awalnya bingung menghadapi istilah-istilah ERP, tapi setelah simulasi dan praktik langsung, mereka merasa siap menghadapi tantangan kerja nyata,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi sistem ERP untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, kehadiran program ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta muda Indonesia. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.