INDUSTRY.co.id - Jakarta — Siaran langsung atau livestream telah menjelma menjadi salah satu metode penjualan paling efektif di era digital. Tak sekadar berbicara di depan kamera, kemampuan untuk memengaruhi keputusan beli audiens dalam hitungan menit kini menjadi keterampilan yang sangat dicari di industri e-commerce dan ritel daring.
Menjawab tantangan tersebut, GETI Incubator menghadirkan skema sertifikasi Livestream Selling berbasis BNSP sebagai langkah konkret mencetak penjual digital yang benar-benar siap tampil.
“Lewat skema livestream selling, peserta belajar teknik tampil, menjual, hingga closing dalam satu sesi,” jelas Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator.
Dalam wawancara khusus, ia menyampaikan bahwa banyak pelatihan livestream selama ini hanya melatih kepercayaan diri, tetapi tidak menyentuh aspek strategi komunikasi dan penguasaan proses penjualan dari awal hingga akhir.
GETI merancang kurikulum pelatihan dengan struktur berbasis SKKNI, di mana peserta tak hanya belajar berbicara di depan kamera, tetapi juga mengelola interaksi langsung dengan calon pembeli, mengatur tata panggung digital, memilih produk yang tepat untuk dijual, hingga melakukan closing yang meyakinkan. Semua itu dilakukan dengan pendekatan learning by doing, sehingga keterampilan yang diperoleh bukan hanya teoritis.
Laporan terbaru dari Google dan Temasek, e-Conomy SEA 2025, menunjukkan bahwa transaksi e-commerce Indonesia telah mencapai US$82 miliar, dengan kontribusi livestream commerce terus naik signifikan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, data dari TikTok Indonesia juga menunjukkan bahwa lebih dari 60% pembelian dari TikTok Shop terjadi melalui sesi live, bukan dari katalog produk biasa.
Dengan tren tersebut, kebutuhan industri akan talenta yang mampu menjual secara langsung di platform digital menjadi sangat besar. Marketplace besar kini bahkan membuka lowongan khusus untuk posisi live host, streaming presenter, dan brand ambassador yang terbiasa melakukan closing saat siaran langsung.
Dalam program GETI, peserta melalui tiga fase dalam pendekatan TauBisaJago: dimulai dari pemahaman dasar mengenai psikologi audiens dan skrip penjualan (tau), dilanjutkan dengan praktik intensif menghadapi kamera, membawakan siaran dengan tempo dinamis, dan menyampaikan produk secara menarik (bisa), lalu diakhiri dengan fase inkubasi satu bulan untuk mematangkan jam terbang melalui sesi live simulasi dan proyek nyata (jago).
GETI telah bermitra dengan institusi pendidikan seperti UI Vokasi, UGM, UPN, dan Swiss German University untuk membuka akses pelatihan ini bagi mahasiswa lintas jurusan, terutama yang ingin memperkuat skill praktis di luar kampus. Sertifikasi dari BNSP yang diberikan setelah peserta dinyatakan kompeten juga dapat digunakan sebagai pelengkap SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).
Peserta yang telah menyelesaikan program ini berasal dari berbagai latar belakang: mahasiswa, pelaku UMKM, bahkan ibu rumah tangga yang ingin menjadi host live untuk bisnis mereka sendiri. Banyak di antaranya kini aktif di TikTok Shop, Shopee Live, dan YouTube Live sebagai bagian dari tim penjualan digital.
Hingga pertengahan 2025, lebih dari 700 peserta telah tersertifikasi melalui skema ini. Target GETI hingga akhir tahun adalah 2.000 orang, termasuk lulusan SMK, kampus vokasi, dan pencari kerja baru yang siap menjadi bagian dari ekonomi kreatif digital.
Dengan metode pelatihan yang aplikatif dan standar uji kompetensi nasional, GETI memastikan bahwa livestream selling bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan profesi masa depan yang butuh pelatihan serius dan terstruktur. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.