INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di balik transaksi e-commerce yang terus tumbuh pesat, ada satu komponen krusial yang sering luput dari perhatian publik: logistik. Ketika konsumen semakin terbiasa membeli barang secara online dan berharap pengiriman cepat, efisiensi sistem logistik menjadi penentu keberhasilan industri digital. 

Menyadari urgensi ini, GETI Incubator meluncurkan Skema Sertifikasi Logistik Digital berbasis BNSP, dengan target mencetak tenaga kerja logistik yang tidak hanya andal di lapangan, tetapi juga paham ekosistem digital supply chain.

“Logistik adalah nadi perdagangan digital. Tanpa logistik, e-commerce tak bisa jalan,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. Ia menekankan bahwa logistik bukan lagi sekadar urusan gudang dan pengiriman, tetapi sudah menjadi bagian dari pengalaman pelanggan yang menentukan loyalitas konsumen.

Pelatihan ini mengajarkan peserta mulai dari pemahaman rantai pasok (supply chain), manajemen gudang, sistem manajemen transportasi, hingga teknologi pelacakan barang berbasis aplikasi. Peserta juga dilatih membaca data logistik untuk pengambilan keputusan operasional, seperti menentukan jalur distribusi optimal dan manajemen stok berbasis permintaan real-time.

Berdasarkan data dari Asosiasi Logistik Indonesia tahun 2025, nilai sektor logistik nasional diperkirakan mencapai Rp6.000 triliun, didorong oleh meningkatnya transaksi e-commerce dan kebutuhan pengiriman barang lintas wilayah yang cepat dan akurat. Namun, masih terdapat kekurangan tenaga kerja logistik yang memiliki pemahaman teknologi digital, terutama di kota lapis dua dan tiga.

GETI menjawab tantangan ini melalui pendekatan pembelajaran TauBisaJago. Dalam tahap awal (tau), peserta diberikan pemahaman teori logistik modern. Tahap berikutnya (bisa), mereka melakukan praktik langsung seperti pengelolaan gudang mini, simulasi pengiriman multi-jalur, dan input data ke sistem ERP logistik. Pada tahap lanjutan (jago), peserta mengikuti inkubasi satu bulan dengan proyek integrasi logistik digital untuk usaha ritel atau UMKM.

Skema ini telah diterapkan bersama kampus vokasi seperti UI Vokasi, Universitas Raharja, dan President University. Peserta berasal dari mahasiswa, lulusan SMK logistik, hingga karyawan operasional yang ingin naik level ke bagian manajemen logistik digital. Sertifikasi yang diberikan tidak hanya berlaku nasional, tetapi juga telah digunakan peserta untuk melamar ke perusahaan logistik besar dan startup e-commerce.

Hingga pertengahan tahun 2025, lebih dari 600 peserta telah mengikuti program ini. Sebagian besar langsung mendapatkan tawaran kerja dari mitra industri setelah lulus, terutama di bagian warehouse, last-mile delivery, dan inventory analyst.

Rachmat menyebut bahwa transformasi digital di sektor logistik hanya bisa berjalan jika SDM-nya dipersiapkan sejak dini. “Kita tidak bisa bicara kecepatan pengiriman kalau SDM lapangannya masih pakai sistem manual. Maka dari itu, pelatihan dan sertifikasi ini hadir sebagai solusi,” jelasnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang semakin mengandalkan logistik sebagai tulang punggung operasional, skema sertifikasi dari GETI ini hadir bukan hanya untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membentuk fondasi sumber daya manusia logistik yang siap menghadapi masa depan. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.