INDUSTRY.co.id - Jakarta — Siaran langsung atau livestream kini menjadi ujung tombak penjualan digital di berbagai platform e-commerce. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kesuksesan dalam menjual secara live tidak hanya bergantung pada kemampuan bicara, tetapi lebih pada konsistensi dan latihan terarah.
Hal inilah yang mendasari pendekatan pelatihan livestream selling dari GETI Incubator, yang mengintegrasikan latihan langsung dan simulasi rutin dalam proses pembelajarannya.
“Kunci sukses livestream adalah konsistensi dan latihan. Di GETI, kami bentuk itu lewat simulasi nyata,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator, dalam wawancara khusus. Menurutnya, kemampuan menjual lewat kamera bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses pembiasaan yang dibangun dengan disiplin dan metode terukur.
Melalui skema sertifikasi Livestream Selling berbasis BNSP, GETI menawarkan pendekatan pelatihan yang berbeda. Alih-alih hanya mengajarkan teori komunikasi atau teknik berbicara, peserta dilibatkan dalam sesi latihan live rutin setiap hari, lengkap dengan peran sebagai host, operator visual, dan asisten produk. Mereka berlatih di ruang simulasi yang menyerupai kondisi siaran langsung sungguhan di TikTok Shop atau Shopee Live.
Data dari EcommerceIQ Indonesia 2025 menunjukkan bahwa 45% transaksi produk fashion dan beauty di platform e-commerce lokal saat ini terjadi lewat sesi live. TikTok Indonesia juga melaporkan bahwa pengguna yang menonton siaran langsung cenderung melakukan pembelian dalam waktu 8 menit pertama, yang artinya kemampuan host dalam menarik perhatian di awal sangat menentukan keberhasilan transaksi.
Rachmat menegaskan bahwa pendekatan GETI tidak hanya membuat peserta siap siaran, tetapi siap berjualan. Setiap peserta diminta menyiapkan skrip promosi, memahami cara membangun kepercayaan audiens, hingga melakukan closing dan upselling dalam waktu singkat. Semua itu diterapkan dalam sesi simulasi berulang, bukan sekadar satu kali praktik.
Program ini terbuka untuk semua kalangan, tidak hanya mahasiswa komunikasi atau penyiaran. Banyak peserta berasal dari jurusan non-verbal seperti teknik, ekonomi, pertanian, hingga pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. Dengan filosofi TauBisaJago, peserta melalui tahapan belajar yang dimulai dari teori dasar (tau), praktik langsung dan konsisten (bisa), lalu diperdalam dalam fase inkubasi selama satu bulan penuh (jago) yang berisi siaran nyata dengan evaluasi mentor industri.
GETI telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus vokasi dan universitas seperti Vokasi UI, UGM, UPI, UNIS Tangerang, hingga Swiss German University untuk membuka kelas livestream selling sebagai bagian dari program pengembangan keterampilan mahasiswa. Sertifikasi BNSP yang diperoleh juga telah digunakan sebagai nilai tambah dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Sejak awal 2025, lebih dari 700 peserta telah menyelesaikan pelatihan dan uji sertifikasi ini. Banyak di antaranya kini bekerja sebagai live host untuk merek fashion, kosmetik, makanan, dan produk lokal lainnya, baik di marketplace maupun platform media sosial.
Dengan metode latihan berulang yang disertai evaluasi sistematis, GETI membuktikan bahwa keterampilan menjual secara live bisa dibentuk, bukan hanya bakat alami. Di tengah meningkatnya tren live commerce di Asia Tenggara, kehadiran program ini menjadi jawaban atas kebutuhan industri akan tenaga penjualan digital yang tak hanya bisa tampil, tetapi juga terbiasa. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya