INDUSTRY.co.id - Jakarta — Penerapan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) menjadi langkah penting dalam transformasi digital sektor usaha di Indonesia. Namun tantangannya bukan hanya pada penguasaan aplikasi, melainkan pemahaman alur bisnis yang saling terintegrasi.

Menjawab kebutuhan ini, GETI Incubator melalui skema sertifikasi BNSP Mengoperasikan ERP untuk Manajemen Bisnis dan Retail merancang pelatihan komprehensif yang membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh dari hulu ke hilir proses bisnis.

“Kami ajarkan ERP bukan sekadar klik tombol, tapi paham alur bisnis dari gudang sampai keuangan,” ujar Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. Ia menekankan bahwa ERP bukan software biasa, melainkan representasi digital dari proses bisnis yang kompleks, yang harus dipahami sebelum dijalankan.

Dalam program ini, peserta dilatih menggunakan dua alat utama: MonsoonSIM, sebuah platform simulasi bisnis interaktif berbasis gamifikasi, dan Odoo ERP, sistem open source yang telah diadopsi oleh jutaan pengguna di seluruh dunia. MonsoonSIM digunakan untuk memahami dinamika antar departemen dalam bisnis, seperti logistik, pemasaran, produksi, dan keuangan, sementara Odoo digunakan untuk praktik langsung manajemen data dan transaksi.

Laporan BPS dan Kementerian Perindustrian per April 2025 menunjukkan bahwa hanya 9,4% dari UMKM yang sudah terdigitalisasi benar-benar memahami keterkaitan antar proses bisnis secara sistematis, sisanya masih berjalan sektoral dan manual. Hal ini menjadi hambatan ketika mereka ingin memperluas usaha, menarik investor, atau bekerja sama dengan distributor besar yang menuntut laporan dan sistem yang rapi.

GETI hadir dengan pendekatan TauBisaJago: dari pengenalan sistem dan modul ERP (tau), praktik simulasi bisnis lintas departemen (bisa), hingga menyusun laporan operasional dan keuangan terintegrasi (jago). Peserta tidak hanya belajar "apa itu modul inventory" atau "cara input invoice", tetapi juga mengerti mengapa sebuah data penting untuk keputusan bisnis, dan bagaimana satu kesalahan kecil di gudang bisa berdampak pada cash flow perusahaan.

Program ini telah dijalankan bersama berbagai kampus mitra seperti Universitas Raharja, UI Vokasi, UPN, SGU, hingga President University. Bahkan di beberapa institusi, pelatihan ini menjadi bagian wajib dalam program akhir atau tugas praktik terpadu. Di sektor non-akademik, pelatihan ini juga telah menjangkau pelaku UMKM binaan pemerintah daerah yang ingin menaikkan level tata kelola usahanya.

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 700 peserta telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ERP ini, dan 60% di antaranya kini bekerja atau menjalankan usaha dengan sistem operasional yang lebih teratur. Beberapa alumni bahkan berhasil membantu digitalisasi toko kelontong, bisnis kuliner, dan manufaktur skala kecil tempat mereka bekerja.

“ERP itu bukan buat keren-kerenan. Ini tentang menyelamatkan bisnis dari salah kelola yang tidak terlihat. Kalau prosesnya benar, hasil bisnisnya pun ikut naik,” ujar Rachmat.

Dengan menggabungkan pemahaman bisnis, praktik teknologi, dan simulasi nyata, GETI membuktikan bahwa pelatihan ERP tidak harus rumit dan membosankan. Justru bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masa depan dunia kerja maupun dunia usaha. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.