INDUSTRY.co.id - Jakarta — Dalam peta persaingan bisnis digital 2025, kemampuan mengelola usaha secara sistematis menjadi penentu utama keberhasilan. Di tengah upaya pemerintah mendorong transformasi digital UMKM, penggunaan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) mulai bergeser dari kemewahan menjadi kebutuhan.
GETI Incubator, lembaga pelatihan bersertifikasi nasional, menjawab kebutuhan ini dengan meluncurkan program Sertifikasi BNSP ERP yang memadukan pelatihan praktis dan fase inkubasi berbasis sistem.
“Kalau mau UMKM naik kelas, ERP bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Rachmat Wirasena Suryo, General Manager Academic GETI Incubator. Ia menyebutkan bahwa banyak UMKM mandek bukan karena kurang promosi, tapi karena tidak mampu mencatat, menganalisis, dan mengendalikan usahanya secara menyeluruh.
Dalam skema pelatihan GETI, peserta belajar langsung dua sistem utama: MonsoonSIM untuk simulasi bisnis berbasis kasus nyata lintas departemen, dan Odoo ERP, platform open-source yang kini telah digunakan secara luas oleh bisnis dari skala mikro hingga global. Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada penggunaan software, tetapi juga membangun logika manajemen yang terintegrasi.
Data dari Indonesia ERP Usage Survey 2025 menyebutkan bahwa hanya sekitar 5% dari 9 juta UMKM digital aktif di Indonesia yang menerapkan sistem ERP secara utuh. Padahal, UMKM yang menggunakan sistem ERP rata-rata mengalami peningkatan efisiensi operasional sebesar 27% dan penurunan kesalahan pencatatan hingga 40% dalam waktu enam bulan.
GETI hadir dengan sistem belajar khas TauBisaJago. Tahap awal (tau) membantu peserta memahami modul-modul penting dalam bisnis—dari purchasing, inventory, hingga laporan keuangan. Tahap berikutnya (bisa) dilakukan melalui praktik langsung menjalankan operasional dengan Odoo dan MonsoonSIM. Terakhir, tahap inkubasi (jago) menantang peserta untuk menyusun sistem ERP usaha mereka sendiri dan menyajikan laporan analitis layaknya manajer profesional.
Program ini telah digunakan oleh kampus-kampus seperti UI Vokasi, UGM, Universitas Raharja, Swiss German University, dan mitra lainnya sebagai bagian dari program vokasi dan magang industri. Selain mahasiswa, banyak peserta pelatihan ini adalah pelaku UMKM binaan dinas daerah, koperasi, serta alumni program Prakerja.
Per Juni 2025, tercatat lebih dari 700 peserta telah menjalani pelatihan dan uji kompetensi ERP di GETI. Tak sedikit di antaranya yang kini dipercaya sebagai konsultan ERP UMKM atau menjadi bagian dari tim digitalisasi internal perusahaan retail dan manufaktur.
“Bisnis itu bukan cuma soal cuan, tapi soal sistem. Tanpa sistem yang jelas, pertumbuhan hanya akan jadi chaos,” lanjut Rachmat.
Dengan pendekatan berbasis kompetensi dan pembelajaran praktis, GETI membuka jalan agar ERP tak lagi jadi hal mewah yang sulit diakses. Justru jadi jembatan naik kelas bagi UMKM Indonesia yang ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan global yang makin terukur dan transparan. Silahkan menghubungi Whatsapp GETI https://s.id/industrycoidxgeti untuk info lanjutannya.