INDUSTRY.co.id - Kuala Lumpur – Kehadiran Indonesia dalam 19th Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL) 2025 menjadi pusat perhatian, dengan paparan menyeluruh dari Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz, yang mengedepankan inovasi dan prestasi literasi digital di tingkat regional dan global.

Dalam laporan negaranya, Aminudin menyampaikan progres Perpusnas dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berbasis komunitas, termasuk digitalisasi naskah kuno dan program literasi berbasis relawan.

Salah satu pencapaian besar Perpusnas adalah diraihnya Jikji Memory of the World Prize dari UNESCO di 2024. Dana hibah USD 30.000 dari penghargaan ini digunakan untuk mengembangkan program literasi masyarakat yang semakin luas jangkauannya.

“Program seperti Relima dan KKN Tematik Literasi berhasil menyinergikan masyarakat dan perguruan tinggi dalam misi literasi nasional,” jelasnya.

Di hadapan delegasi negara anggota ASEAN, Aminudin menekankan pentingnya perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup, inklusif, dan modern. Salah satu program inovatif, yakni Satu Desa Seribu Buku, menjadi perhatian khusus karena berhasil menggerakkan komunitas hingga ke pelosok desa.

Lebih lanjut, digitalisasi melalui khastara.perpusnas.go.id dan kerja sama lintas negara menjadi bukti bahwa Indonesia serius dalam pelestarian pengetahuan lokal.

Meski demikian, Aminudin mengakui perlunya Indonesia mempercepat pemanfaatan teknologi digital dalam layanan perpustakaan, agar tak tertinggal dari negara-negara seperti Singapura.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan dari seluruh negara ASEAN dan Timor Leste ini, Indonesia juga meraih kehormatan dengan dianugerahkannya Outstanding Librarian Award kategori Silver kepada Woro Titi Haryanti, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya di bidang kepustakawanan.

Pada sesi pembukaan, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, turut menyoroti pentingnya peran perpustakaan di era digital sebagai tempat bertukar gagasan dan menjelajah literatur Asia Tenggara.

Dengan semangat berbagi dan kolaboratif, keikutsertaan Indonesia dalam CONSAL 2025 menunjukkan komitmen kuat terhadap masa depan literasi di kawasan dan dunia.