INDUSTRY.co.id - Jakarta — Selain program untuk pelajar, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) juga meluncurkan Membaca Nyaring sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Membaca (GIM) 2025. 

Advertisement

Program ini ditujukan bagi orang tua, guru, pustakawan, dan masyarakat umum untuk membacakan cerita secara ekspresif kepada anak-anak selama tujuh hari berturut-turut.

Program ini tidak hanya menekankan pentingnya membacakan buku kepada anak, tetapi juga pemilihan bacaan yang tepat dan pemahaman isi cerita. Rossie Setiawan, pendiri Komunitas Read Aloud Indonesia, menekankan pentingnya membangun koneksi emosional lewat kegiatan membaca bersama. 

Advertisement

“Jangan hanya baca buku untuk anak, tapi bacalah bersama anak,” ujarnya.

Pustakawan dari Barito Utara, Dewi Widianingsih, juga mengajak orang tua untuk konsisten menjadi teladan literasi bagi anak-anak. 

Advertisement

Kegiatan ini diperkuat dengan tantangan #Tantangan7HariMembacaNyaring, sebagai ajakan aktif membangun kebiasaan membaca dalam keluarga.

Sadariyah Ariningrum, fasilitator program dari Perpusnas, menyebut bahwa bahan bacaan bermutu bisa diperoleh gratis dari platform seperti iPusnas, Let’s Read, dan e-Pustaka. 

Advertisement

Bacaan tersebut dapat digunakan sebagai sumber cerita dalam praktik membaca nyaring di rumah maupun di sekolah.

Program ini menjadi bagian dari upaya Perpusnas dalam membangun ekosistem literasi menyeluruh, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti dinas perpustakaan, dinas pendidikan, sekolah, guru, siswa, orang tua, hingga pegiat literasi.

Dengan gerakan ini, Perpusnas berharap dapat membentuk generasi pembelajar yang tidak hanya senang membaca, tetapi juga mampu menyerap dan menyampaikan informasi secara kritis dan beretika.