INDUSTRY.co.id-Jakarta-Adanya integrasi pengguna uang elektronik pada gerbang tol, nantinya akan menggeser pasar penguasa penyedia dan layanan uang elektronik, yaitu Bank Mandiri. Ini menandakan Bank Mandiri siap-siap bersaing dengan bank penerbit uang elektronik. Pangsa pasarnya yang masih mayoritas dengan sendirinya berbagi ke bank lain. Integrasi uang elektronik pada Oktober 2017. Semua uang elektronik tersebut dapat ditaping di pintu gerbang tol yang sudah diuji coba. Direktur Technology & Digital Banking Bank Mandiri Rico Usthavia Frans enggan mengakui pangsa pasar akan berkurang. Ia lebih senang integrasi dimaksud adalah sinergi. "Jangan melintir-melintir, pa6sar tergantung mereka (bank penerbit uang elektronik)," ujar dia di Jakarta, Selasa (15/8/2017). Rico menjelaskan, kartu yang beredar di masyarakat sudah mencapai 9 juta kartu e money. Perkiraan hanya 1 juta transaksi per hari. Nilainya ia tidak menyebutkan. Bank Mandiri punya 587 Gerbang Tol Otomatis (GTO) dari total 1.458 unit di ruas jalan tol. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mendapat bagian membangun GTO. Bahkan tanpa GTO sudah ada mesin untuk taping. Pada akhir 2016, nilai transaksi e money mencapai Rp2,58 triliun naik dari periode tahun lalu senilai Rp1,34 triliun. Mengenai integrasi ini, Bank Mandiri tidak mungkin melepas begitu saja infrastruktur yang sudah dibangun ke bank penerbit tanpa kompensasi."Kita diskusi dengan BCA apakah sharing transaksi atau sharing infrastruktur, lihat diskusi," katanya.

Advertisement