INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Berkah Restu Sejahtera, induk perusahaan dari Rana Precious Metal, secara resmi memperkenalkan Noor Dinar dan Rana Gold Bar, hasil kolaborasi strategis dengan Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) dan Pura Group Indonesia.
Peluncuran resmi produk ini dilakukan pada Jumat, 16 Mei 2025 di Gedung Balai Subono Mantofani, Kantor Peruri, Jakarta.
Kolaborasi ini menandai langkah inovatif dalam industri logam mulia, menghadirkan investasi emas yang bukan hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga dilengkapi teknologi sekuriti kelas dunia.

“Kerja sama ini membuktikan bahwa teknologi keamanan tinggi milik Peruri tidak hanya terbatas pada pencetakan uang dan dokumen negara, tapi juga sangat relevan dalam menciptakan produk investasi logam mulia yang aman dan kaya akan nilai budaya,” ujar Ade Permana, Head of Strategic Business Unit High Security Solution Peruri.
Noor Dinar hadir dalam tiga pilihan denominasi. Yaitu 1 Dinar (4,25 gram), 2 Dinar (8,5 gram), dan 5 Dinar (21,25 gram).
Sementara Rana Gold Bar menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan emas batangan dengan desain eksklusif dan perlindungan maksimal.
Kedua produk ini dilengkapi teknologi keamanan mutakhir. Diantaranya Invisible Ink, tinta khusus yang hanya terlihat di bawah sinar ultraviolet, dan Serial Number Alfanumerik Unik untuk menjamin keaslian. Selain itu juga ada Latent Image, elemen optik tersembunyi yang hanya tampak dari sudut tertentu, serta Holographic Seal, segel hologram yang menjamin kemasan belum pernah dibuka
Teknologi ini menjadikan Noor Dinar sebagai produk dinar pertama di Indonesia yang mengusung fitur keamanan tingkat tinggi.
Direktur PT Berkah Restu Sejahtera, Herru Wijayadie, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan produk investasi emas yang aman, autentik, dan berkelas.
Peruri sendiri bukan pemain baru dalam dunia logam. Di akhir 2024 lalu, perusahaan BUMN ini dipercaya memproduksi koin suvenir untuk acara internasional 20th Technical Meeting of the Mints in ASEAN (Teman Conference) di Cebu, Filipina. Dalam ajang itu, Peruri membawa desain tokoh wayang khas Indonesia sebagai sarana diplomasi budaya.