INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam seminar eksklusif bertajuk “A Great Step: Boediman Widjaja Story – Pergi dari Indonesia, Berjaya di Singapura” yang diselenggarakan di President Lounge, Menara Batavia, Boediman Widjaja, Founder & CEO JOE Green Singapore, memaparkan bagaimana ia berhasil mengembangkan teknologi panel bangunan dari limbah padat pertambangan menjadi solusi konstruksi ramah lingkungan berskala internasional.
Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta secara langsung serta ratusan peserta daring ini menghadirkan pula Dr. Tamilselvan Thangah, Direktur R&D JOE Green, yang menjelaskan secara teknis proses transformasi limbah menjadi LiGrA (Lightweight Green Aggregates) - agregate ringan, ramah lingkungan dan berkelanjutan. LiGrA akan merevolusi dunia konkrit dan industri lain sebagai material utama untuk konkrit pra-cetak, ready mix bahkan pertanian dll. Jika ingin membangun lebih cepat dan ekonomis, pra-cetak beton adalah solusinya. Tetapi karena berat dan logistik maka sangat vitql memakai bahan material ringan. Solusinya di LiGrA.
Dengan teknologi LiGrA, JOE Green berhasil membuat Panel super ringan dan telah digunakan di berbagai proyek prestisius di Singapura, Malaysia dan Indonesia. LiGrA menggantikan material konvensional batu dan pasir dengan material hijau yang lebih efisien, kuat, berkelanjutan, lebih ekonomis dan cepat.
“Di tangan Boediman Widjaja, limbah disulap menjadi material hijau bernilai tinggi. Karyanya hadir di ribuan proyek prestisius Asia Tenggara dan diakui hingga tingkat internasional,” ungkap Dr. Tamilselvan.
Jababeka Dorong Adopsi Teknologi Panel untuk Perumahan Murah di Indonesia
S.D. Darmono, Founder & CEO PT Jababeka Tbk, menyambut antusias peluang kerja sama ini. Ia mengajak para kontraktor, arsitek, dan sub-developer untuk memanfaatkan lahan siap bangun di empat kawasan industri Jababeka — di Cikarang, Kendal, Tanjung Lesung, dan Morotai — sebagai basis pembangunan perumahan murah yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi panel dari JOE Green.
“Kami ingin mendorong adopsi teknologi ini untuk meniru sukses pembangunan public housing (HDB) di Singapura. Kami siap menyediakan lahannya — yang sudah lengkap dengan infrastruktur dan izin — agar developer langsung bisa membangun,” ujar Darmono.

Mendorong Circular Economy dan Green Innovation di Sektor Konstruksi
Teknologi ini menjadi contoh konkret penerapan circular economy dan ESG (Environmental, Social and Governance) di sektor properti, dengan nilai tambah besar, diantaranya, mengurangi limbah industri secara signifikan. Kemudian menurunkan biaya dan waktu konstruksi dan menghasilkan bangunan kuat, tahan cuaca tropis, dan ramah lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi industri konstruksi Indonesia menuju keberlanjutan. Jababeka membuka peluang kolaborasi bagi mitra pengembang yang ingin mengadopsi teknologi ini di berbagai proyek perumahan dan kawasan industri yang dikelolanya.