INDUSTRY.co.id -Jakarta- Penyaluran kredit Citibank Indonesia turun 2,86% menjadi Rp39,74 triliun pada semester I 2017. Penurunan kredit berimbas juga ke Non Performing Loan (NPL) menjadi 2,26% pada semester 1 2017. "Akhir tahun kita akan jaga tetap di bawah 3%. Secara gross 2,26% dari periode yang sama tahun lalu di posisi 2,83% dan secara net 0,78% dari periode yang sama tahun lalu di posisi 0,80%," kata dia di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Dia bilang penyumbang NPL berasal dari konsumer banking. Namun dia tidak menyebut dari institusi atau personal siapa saja yang membuat kredit macet Citibank. Padahal diketahui, konsentrasi penyaluran kredit Citibank fokus ke kartu kredit dan loand. Baik konsumer banking dan institusional banking. Sementara perolehan fee base income Citibank mencapai 25%. Hal tersebut indikator positif pendapatan ke Citibank.
Sebelumnya, Citibank membukukan laba bersih sebanyak Rp1,35 triliun sepanjang semester 1 2017, tumbuh 12% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp1,21 triliun. "Pertumbuhan laba didorong oleh pendapatan bersih sebesar Rp2,23 triliun," ujar Chief Executive Officer Citibank N.A Indonesia, Batara Sianturi, di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Selanjutnya, kata dia posisi Return o Asset (ROA) menjadi 4,78% naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,34% dan Return on Equity (ROE) menjadi 16,79% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 15.84%.