Di Thailand ada Hotel Berkonsep Penjara, Berani Coba?

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 11 Agustus 2017 - 10:25 WIB

Sook Station, Hotel Berkonsep Penjara di Thailand (Foto:travelandleisure)
Sook Station, Hotel Berkonsep Penjara di Thailand (Foto:travelandleisure)

INDUSTRY.co.id, Bangkok - Jika berkunjung ke Bangkok, Anda bisa menjajal bagaimana sensasi menginap di hotel tapi serasa sedang disebuah penjara. Berbagai inovasi yang berkembang di industri pariwisata membuat suatu perusahaan di Thailand ingin memanfaatkan momen ini untuk menarik wisatawannya.

Dikutip dari independent, Jumat (11/8/2017), hotel yang bernama Sook Station, merupakan hotel yang bekonsep penjara di Bangkok. Dibuka pada awal musim panas, dan tentunya hal ini sangat menarik terhadap wisatawan yang berkunjung ke Thailand.

Keunikan tak sampai di situ saja, para tamu yang ingin menginappun diberi berfoto menggunakan piyama bergaris hitam putih dan diberi papan bertulisakn nomor dan nama layaknya narapidana sungguhan.

Hotel ini, memiliki kamar yang berukuran delapan meter persegi dan memiliki pintu logam. Fasilitasnya ya seperti di penjara, yakni tempat tidur susun, tirai, dan kamar mandi beton yang berlampu reman-remang. Pada waktu check-out, para tamu yang layak narapidana tersebut diberi cacatan kriminal sebagai kenang-kenangan.

Tenang, jika para pengunjung tidak ingin menikmati fasilitas tersebut, mereka bisa memesan kamar yang dilengkapi hot tub outdoor, lounge relaksasi, ruang kerja, teras atap yang terang serta Wi-Fi dan parkir gratis dan beberapa kamar memiliki balkon atau teras.

Hotel yang terletak di daerah Sukhumvit atas, hilir dari pusat kota Bangkok, dekat sekali dengan stasiun stasiun BTS Skytrain (Udom Suk) dan akan memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke tengah kota.

Pemilik Sook Station, Na mengatakan, "Sebagian besar tamu menyukainya karena unik dan nyaman. Gagasan untuk membuat asrama berasal dari film favorit saya, 'The Shawshank Redemption'. Aku ingin mengikuti mimpiku dan menciptakannya," pungkasnya.

Untuk kamar tidur dua orang yang menginap dengan tema penjara, para tamu cukup membayar £ 30 atau sekitar Rp 522 ribu. Namun, jika para tamu ingin kamar tidur tidak berkonsep penjara, mereka cukup membayar  £ 46 Rp 801 ribu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Kementan tinjau Duren yang akan diekspor

Senin, 23 September 2019 - 22:06 WIB

Inovasi Satu Klik Dukung Pertumbuhan Ekspor Pertanian Sumut

Belawan -- Ekspor sejumlah komoditas hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada sistem IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) di…

Salah satu tanaman hortikultura

Senin, 23 September 2019 - 22:01 WIB

Buka Lahan Tanpa Dibakar, Petani Riau Kembangkan Hortikultura

Pekanbaru - Tengku Rafli, Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru sukses mengubah lahan 10 hektar milik negara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura.…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kanan) dan Juara 2 Point Blank Woman Championship 2019 Moscow Indri Sherlyana Tunggal (kiri)

Senin, 23 September 2019 - 21:53 WIB

Telkom Luncurkan IndiHome Paket Premium Kecepatan Hingga 300 Mbps

Surabaya – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi seluruh segmen pelanggannya. Kali ini, Telkom mempersembahkan IndiHome…

President PT Samsung Electronics Indonesia JaeHoon Kwon dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Suhardi seusai penandatanganan Samsung Indonesia Cerdas (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 23 September 2019 - 21:15 WIB

Samsung Indonesia Cerdas Dongkrak Kompetensi Pendidikan di Indonesia

Samsung Electronics Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menandatangani kesepakatan "Samsung Indonesia Cerdas" dan memperkuat kemitraan pemerintah dan swasta di bidang…

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Senin, 23 September 2019 - 21:00 WIB

Pancaroba Politik, Rizal Ramli: Perubahan di Indonesia Bisa Maju Atau Justru Mundur

Tokoh nasional Rizal Ramli mengatakan, Indonesia tengah memasuki pancaroba. Namun, yang dimaksud bukan terkait dengan perubahan cuaca, melainkan perubahan politik.